Palembang — Pemerintah Kota Palembang terus memperluas program pemberdayaan masyarakat lanjut usia guna menghadapi fenomena lonjakan penduduk lansia (aging population). Lewat program Sekolah Lansia, Pemkot memfasilitasi lansia agar tetap sehat, aktif, produktif, dan mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada keluarga.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menekankan bahwa usia senja bukan penghalang untuk terus belajar dan berkontribusi. Lansia memiliki pengalaman dan potensi besar yang masih bisa dikembangkan sesuai kemampuan fisik masing-masing.
”Para lansia memiliki potensi yang dapat terus kita kembangkan. Melalui pemberdayaan yang tepat, mereka dapat tetap sehat, mandiri, produktif, serta berperan aktif di tengah keluarga dan masyarakat,” tegas Aprizal.
Program Sekolah Lansia ini menerapkan konsep SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat) yang dipadukan dengan tujuh dimensi lansia tangguh, mulai dari kesehatan fisik, emosional, spiritual, hingga vokasional.
Pembelajaran berlangsung selama enam bulan di balai kelurahan dengan melibatkan narasumber lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Sebanyak 60 lansia berusia 60 hingga 80 tahun dari Sekolah Lansia Tangguh Ceria (Kecamatan Ilir Timur Satu) dan Sekolah Lansia Nurul Furqon (Kecamatan Seberang Ulu Satu) telah menyelesaikan pelatihan ini.
Meski demikian, cakupan tersebut dinilai masih perlu diperluas secara masif.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, Candra Kurniadi, menyebutkan bahwa potensi lansia yang butuh dijangkau masih sangat besar.
Di Kecamatan Ilir Timur Satu saja, terdapat sekitar 8.000 penduduk lansia, tetapi baru 30 orang yang terfasilitasi.
”Harapan kita, Sekolah Lansia ini dapat dikembangkan di seluruh kecamatan di Kota Palembang. Dengan dukungan anggaran yang memadai, semakin banyak lansia yang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini,” kata Candra.
Candra menambahkan, tujuan utama program di bawah naungan BKKBN ini adalah membekali lansia dengan keterampilan praktis untuk merawat diri dan menjaga kesehatan.
“Dengan begitu, lansia di Palembang dapat menjalani masa tua dengan bahagia dan bermartabat,” jelasnya.









