Menu

Mode Gelap

News

Gubernur Sumsel Ingatkan Dana Desa Jangan Dikelola Asal-Asalan

badge-check


Gubernur Sumsel Ingatkan Dana Desa Jangan Dikelola Asal-Asalan Perbesar

Sosialisasi Kebijakan Pengadaan  Barang/Jasa di Desa dan Pengadaan Barang/Jasa BLUD dan BUMD yang digelar Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI di Hotel Novotel, Kamis (10/10) menjadi angin segar tersendiri bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting agar jangan sampai kepala desa di kabupaten/kota  di Sumsel mengelola keuangan dengan alokasi yang sangat besar tapi tanpa dibarengi dengan pengetahuan aturan yang memadai. Bahkan terkesan dikelola dengan asal-asalan.

“Bagi kami sosialisasi ini menjadi angin segar. Karena selama ini dana desa kerap digunakan untuk membangun tugu untuk formalitas dan kemeriahan sesaat saja. Nah dengan adanya sosialisasi ini kita harap kepala desa dan masyarakat paham bahwa  ada hak hak orang lain juga disitu seperti IKM, UMKM dalam azas keterbukaan. Mereka mestinya dapat bkerperan juga agar tidak mengikuti selera saja kepala desa. Lagi pula semua itukan harus ada payung hukumnya yakni peraturan bupati atau walikota,” jelasnya.

Pihaknya berharap semua pihak untuk mengingatkan kepala desa agar melibatkan semua pihak dalam hal swakelola dana desa. Sehingga pengelolaannya tidak terbatas pada pengadaan barang dan jasa saja tapi sektor lainnya.

“Inilah maksud saya ilmu dari sosialsiasi ini harus ditularkan sesegaranya kepada masyarakat desa dan kepala desa. Untuk itu saya juga minta agar dari LKPP RI untuk mendampingi dinas PMD Provinsi  turun ke lapangan mensosialisasikan ini dan menjadikannya prioritas  supaya teman-teman kepala desa paham aturan,” jelasnya.

Selama ini sering terjadi kebingungan  di kalangan kepala desa, karena alokasi dana yang demikian besar. Bahkan tak sedikit karena ketidakpahaman soal penggunaan dana tersebut, kepala desa justru harus berurusan dengan hukum. “Sebagai anak kepala desa saya miris melihat ini. Karena ketidak tahuan akhirnya dana itu mereka potong-potong sendiri tanpa perencanaan yang baik,” jelasnya.

Karena alasan itu Ia berharap sosialisasi ini masif dilakukan di Sumsel. Mengingat topografi daerah Sumsel yang besar dan luas dengan jumlah desa dan kelurahan mencapai 3500.

Di tempat yang sama Kepala LKPP RI Roni Dwi Susanto, mengatakan alokasi dana desa semakin tahun semakin meningkat hampir mencapai Rp70 triliun. “Jangan sampai kepala desa salah memanfaatkannya.  Soalnya saat ini yang terjadi jalan-jalan di kampung masih berantakan,” jelasnya.

Konsep dana desa adalah swakelola. Untuk mengelolanya kepala desa bisa berkonsultasi ke kami. Prinsipnya kata Roni pengadaan harus efisien dan efektif dan harus bersaing terbuka dan akuntable

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menuju Jakarta, Presiden Prabowo Akhiri Kunjungan Resmi Kenegaraan di Prancis

30 Mei 2026 - 13:50 WIB

Wanita di Muara Enim Tewas Dibunuh Mantan Pacar karena Minta Belikan iPhone

30 Mei 2026 - 05:42 WIB

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Perkuat Sinergi Strategis Dua Negara

29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Gubernur Herman Deru Ajak Kader NU Jadi Penggerak Solusi dan Penjaga Toleransi di Sumsel

29 Mei 2026 - 20:16 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Semangat Berbagi melalui 2.031 Hewan Kurban pada Momentum Idul Adha 1447 H

29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Trending di News