PALEMBANG – Suasana di Markas Polda (Mapolda) Sumatera Selatan (Sumsel) sempat menjadi perhatian setelah seorang pria nekat memasuki area markas sambil membawa dan membentangkan bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid, Senin (6/7/2026) malam. Aksi tersebut langsung dihentikan petugas yang berjaga sebelum pria itu diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Pria tersebut diketahui bernama Rizky Hidayat (24), warga Jalan Letnan Hadin, Kelurahan 20 Ilir III, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rizky datang seorang diri ke halaman Mapolda Sumsel sambil membawa sebuah tas.
Sesampainya di lokasi, ia mengeluarkan bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid dari dalam tas, kemudian membentangkannya sambil beberapa kali mengumandangkan takbir. Melihat aksi tersebut, personel pengamanan yang bertugas segera mendekati dan mengamankan Rizky tanpa perlawanan.
Saat dimintai keterangan, Rizky mengaku datang ke Mapolda Sumsel dengan tujuan yang tidak biasa. Ia mengatakan ingin meminjam helikopter untuk membawa seseorang yang disebut sebagai musuhnya ke Ethiopia.
“Benar, saya membawa bendera itu karena hendak meminjam helikopter untuk membawa musuh saya ke Ethiopia,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).
Rizky juga mengaku terdorong melakukan tindakan tersebut setelah bermimpi seseorang mengejek dirinya dan ibunya. Sehari-hari, ia bekerja sebagai tukang parkir dan mengaku berjalan kaki dari rumah menuju Mapolda Sumsel.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan sejumlah barang bawaan milik Rizky, di antaranya satu unit telepon genggam, tas punggung, tas selempang, jubah putih, bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid, tongkat bambu, sepasang sepatu, kacamata, alat tulis, serta satu botol plastik yang berisi minuman beralkohol.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan indikasi keterlibatan Rizky dengan jaringan terorisme.
“Hasil pemeriksaan menyatakan yang bersangkutan tidak memiliki keterkaitan ataupun afiliasi dengan jaringan terorisme. Tes urine juga menunjukkan hasil negatif dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Nandang.
Meski demikian, penyidik masih melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk asesmen psikologis dan kesehatan jiwa untuk mengetahui kondisi serta motif Rizky memasuki area terbatas Mapolda Sumsel.
“Langkah ini dilakukan agar penyidik memperoleh gambaran utuh mengenai latar belakang dan motif yang bersangkutan,” kata Nandang.









