Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memastikan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah tempat hiburan malam di Kota Palembang menyusul insiden penembakan yang menewaskan prajurit TNI, Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa.
Langkah evaluasi itu disebut sebagai upaya pencegahan agar tempat hiburan tetap beroperasi sesuai aturan serta tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Evaluasi nantinya akan dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten dan kota, khususnya Pemerintah Kota Palembang.
“Ini tentu akan saya instruksikan kepada wali kota untuk mengevaluasi setiap tempat yang berpotensi memantik kegaduhan,” kata Herman Deru, Senin (18/5/2026).
Meski demikian, Deru menegaskan bahwa insiden yang terjadi di salah satu kafe tidak bisa dijadikan dasar untuk menghakimi seluruh tempat hiburan malam di Palembang.
Menurutnya, banyak pelaku usaha hiburan yang menjalankan operasional sesuai ketentuan dan tetap menjaga keamanan pengunjung. Karena itu, evaluasi yang dilakukan lebih diarahkan pada pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan.
“Dari sekian banyak tempat hiburan, satu kejadian tentu tidak bisa disamaratakan secara umum,” ujarnya.
Sorotan terhadap tempat hiburan malam mencuat setelah insiden penembakan di Kafe Panhead, Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Dalam peristiwa itu, Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian perut. Terduga pelaku merupakan sesama anggota TNI berinisial Sertu MNR.
Kasus tersebut kini ditangani Pomdam II/Sriwijaya. Aparat militer telah menetapkan Sertu MNR sebagai tersangka. Selain itu, seorang warga sipil turut ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyimpan senjata rakitan yang digunakan dalam kejadian tersebut.









