Kaum Kaya Pakai LPG 3 Kg Subsidi Sama dengan Merampas Hak Orang Miskin

1001

0
Gas LPG 3kg di Cipinang Muara. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Urban ID - Elpiji melon atau LPG 3 kg subsidi sejatinya ditujukan untuk golongan tidak mampu atau orang miskin, tapi ternyata masih banyak konsumen LPG 3 kg merupakan orang kaya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara pernah menyebutkan, subsidi LPG tabung 3 kg dinikmati oleh semua golongan masyarakat. Sebagian besar adalah golongan masyarakat kaya, bahkan 10 persen paling kaya itu masih beli tabung LPG 3 kg subsidi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang, Saim Marhadan menanggapi fenomena ini, Saim mengatakan ketika orang kaya menggunakan barang subsidi yang sudah jelas keperuntukan hanya untuk golongan tertentu yaitu orang tidak mampu, maka akan dikhawatir terjadi kesenjangan sosial.

“Terkadang orang kaya ini masih tidak menyadari, LPG 3 kg untuk orang yang tidak mampu, harusnya menggunakan non subsidi. Orang kaya gunakan LPG subsidi 3 kg artinya sama saja telah dengan sengaja mengambil hak orang miskin,” kata Saim, Jumat (15/11).

Saim bilang, mengambil hak orang kaya saja berdosa apalagi jika yang diambil itu hak orang miskin, hal ini sama saja membuat orang yang susah makin susah. “Jika banyak orang kaya membeli LPG 3 kg, lalu golongan tidak mampu bagaimana?, ini tentu tidak dibenarkan bagi negara dan juga agama,” kata dia.

Ustad Taufiqurahman, pada Majelis Taklim Masjid At Khotijah di Ilir Barat 1 Palembang menjelaskan, Islam mengajarkan bahwa dilarang memakan hak orang lain, apalagi jika yang dimaksud adalah orang tidak mampu, seperti fakir miskin, anak yatim dan sebagainya.

“LPG 3 kg subsidi digunakan oleh orang kaya secara sadar artinya dia sudah dengan sadar juga menggunakan hak orang tidak mampu yang sudah diatur negara, jika orang yang tidak mampu di kelompokan seperti fakir miskin, di dalam Islam sangat dilarang,” tutur Ustad.

Ustad Taufik menjelaskan, surah An Nisa ayat 10 menyebutkan, sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

Tabung gas LPG 3kg Nonsubsidi (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Palembang H.M. Ali Sya’ban mengingatkan, agar masyarakat yang berada pada golongan orang yang mampu untuk sadar diri menggunakan LPG non subsidi. Termasuk restoran besar yang melakukan kegiatan komersil.

“Kalau masih banyak orang kaya dan restoran besar masih gunakan LPG 3 kg subsidi, bagaimana subsidi ini dapat dinikmati dengan adil bagi golongan tertentu?, yang ada subsidi habis, rakyat kecil makin susah mendapat LPG subsidi,” katanya.

Untuk itu Ali berharap, terutama bagi pengusaha restoran untuk tidak menggunakan LPG 3 kg subsidi. Gunakanlah bright gas yang khusus diproduksi untuk golongan orang yang mampu. Upaya ini diharapkan dapat menekan penggunaan subsidi tepat sasaran.

Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rachman Yusuf membeberkan, untuk konsumsi LPG 3 kg wilayah Sumatera Selatan Januari hingga 10 November 2019 mencapai 176.076 Metric Ton (MT). Sedangkan untuk penggunaan Bright Gas 5,5 kg mengalami kenaikan cukup tinggi yakni mencapai 115 persen pada Januari hingga 10 November 2019.

“Kami berharap agar masyarakat terutama yang mampu untuk menggunakan LPG non subsidi, agar LPG subsidi yang didistribusikan tepat sasaran. LPG subsidi diperuntukan bagi golongan tidak mampu, dan kita harus menyadari itu,” tutur Rifky.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) baru saja meluncurkan produk baru mereka, yaitu Bright Gas 3 Kg alias LPG 3 kg nonsubsidi pada 1 Juli lalu. Produk ini merupakan barang nonsubsidi yang ditujukan bagi masyarakat mampu.

Sebelum ada LPG 3 kg nonsubsidi, PT Pertamina sudah lebih dulu mengeluarkan produk nonsubsidi mereka yaitu LPG dengan ukuran 5,5 kg atau biasa disebut Bright Gas 5,5 kg. Keberadaan Bright Gas 5,5 kg juga ditujukan untuk kalangan menengah ke atas. (eno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here