Palembang— Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Muratara. Herman, kerabat dari Yanto yang merupakan sopir mobil tangki dan Toni sebagai kenek, mengaku terkejut saat pertama kali mengetahui kabar tersebut.
Menurut Herman, informasi kecelakaan itu justru ia peroleh dari sebuah unggahan di media sosial Instagram.
“Saya kaget sekali dapat kabar itu dari postingan IG. Karena kami memang saling kenal dekat, bahkan masih keluarga juga,” ujarnya pada Kamis, 7 Mei 2026 di RS Bhayangkara, Palembang.
Ia menuturkan, kabar duka tersebut langsung membuat keluarga besar terpukul. Apalagi, Yanto dan Toni diketahui merupakan teman satu kampung yang berasal dari Desa Belani, Muratara.
“Keduanya ini memang satu kampung, sama-sama dari Desa Belani. Jadi semua warga juga ikut merasa kehilangan,” tambahnya.
Herman juga menyampaikan bahwa setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban telah dibawa pulang ke kampung halaman untuk dimakamkan. Namun, ia sendiri mengaku belum sempat melihat langsung jenazah tersebut.
“Jenazah sudah dibawa pulang ke desa, tapi saya belum sempat melihat karena ada prosedur tertentu yang harus dilalui,” jelasnya.
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menyisakan duka bagi masyarakat Desa Belani yang mengenal kedua korban sebagai sosok yang dekat dan akrab dalam kehidupan sehari-hari.









