Kisah Layangan Putus dan Alasan Selingkuh Pasangan Sudah Menikah

0

Urban ID - Cerita soal layangan putus menghebohkan media sosial baru-baru ini. Layangan putus ibarat kisah hidup sang pengunggah – Mommi Asf – setelah berpisah dengan suami. Sang pengunggah cerita, adalah ibu empat orang anak yang ditelantarkan suaminya.

Belakangan diketahui, sang suami telah menikah dengan wanita lain. Namun, kisah tentang korban perselingkuhan yang kemudian ditelantarkan, tak hanya terjadi kali ini saja. Lantas, kenapa pasangan yang sudah diikat janji suci pernikahan banyak yang selingkuh?

Dilansir kompas.com dari Very Well Mind (4/10/2019),  sebuah riset mengungkap ada lebih dari 40 persen pasangan pernah berselingkuh saat terikat perkawinan. Ada banyak alasan yang membuat pasangan menikah selingkuh.

Mulai dari gangguan kepribadian, trauma masa kecil, pengaruh media sosial, dan kontrol diri yang buruk. Sementara itu, alasan paling umum kenapa pasangan menikah selingkuh ialah frustasi dalam pernikahan.

Frustasi dalam pernikahan bisa muncul karena cemburu perhatian pasangan lebih banyak tercurah ke anak, tidak mampu mengkomunikasikan perasaan kepada pasangan, atau mengalami trauma masa kecil seperti ditelantarkan dan memiliki orangtua yang juga selingkuh.

Faktor-faktor di atas dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk mempertahankan komitmen dalam berumah tangga.

Motivasi selingkuh berdasar seks

Riset menemukan, pria lebih sering selingkuh dibanding wanita. Ekspresi cinta pria adalah lewat perlakuan fisik dibanding romantisme kata-kata verbal.

Oleh sebab itulah, hubungan seksual dianggap sebagai bagian penting dalam membangun koneksi dan keintiman saat berumah tangga.

Menurut ahli, jika pria tidak mendapat kepuasan secara seksual, misalnya pasangan sering menolak berhubungan badan, pria menerjemahkan penolakan itu sebagai perasaan tidak dicintai.
Hal ini bertolak belakang dengan alasan kebanyakan wanita selingkuh. Jika kebanyakan pria selingkuh untuk memenuhi kebutuhan seks, maka wanita selingkuh karena ingin mengisi kekosongan emosional.

Menurut ahli, wanita ingin dihargai dan diinginkan.

Ketika wanita merasa tidak dihargai dan diabaikan, mereka akan mencari keintiman emosional di luar pernikahan, yakni lewat selingkuh. Selain itu, perselingkuhan sering kali dijadikan masa transisi bagi wanita sebagai cara mengakhiri hubungan.

Riset lain yang terbit di International Journal of Sexual Health edisi 2012 mengungkap, pria dan wanita yang sering terlibat dalam urusan perselingkuhan mengaku hal itu dilakukan untuk meningkatkan kehidupan seks mereka. Pasalnya, mereka merasa rumah tangganya tidak dapat memenuhi hal tersebut.

Demikian pula, kebosanan dalam hubungan pernikahan dapat memicu pria dan wanita untuk selingkuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here