Menu

Mode Gelap

News

Safety Leadership Jadi Ujung Tombak, Pertamina Drilling Kuatkan Budaya K3 demi Ketahanan Energi

badge-check


Safety Leadership Jadi Ujung Tombak, Pertamina Drilling Kuatkan Budaya K3 demi Ketahanan Energi Perbesar

Jakarta – Komitmen terhadap keselamatan kerja kembali ditegaskan PT Pertamina Drilling Services Indonesia dalam momentum Bulan K3 Nasional. Namun kali ini, perusahaan pengeboran migas tersebut menempatkan satu aspek krusial sebagai sorotan utama: kepemimpinan yang berorientasi pada keselamatan atau safety leadership.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menekankan bahwa budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak bisa hanya berhenti pada prosedur atau dokumen kebijakan. Di industri pengeboran yang sarat risiko, keteladanan pimpinan dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kesadaran kolektif pekerja.

“Budaya keselamatan harus hidup dalam setiap keputusan dan tindakan, bukan sekadar slogan,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam penutupan Bulan K3 di IDSurvey, Jakarta, Jumat (27/2).

Menurut Avep, integrasi K3 ke dalam strategi bisnis menjadi langkah mutlak agar keselamatan tidak diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai pilar utama keberlanjutan usaha. Perusahaan, kata dia, menargetkan capaian Zero Fatality dan Zero Lost Time Injury (LTI) sebagai bentuk komitmen nyata terhadap perlindungan pekerja.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Arfiansyah Noor, yang mengapresiasi langkah dunia usaha dalam memperkuat budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan.

Dalam paparannya, Avep mengakui tantangan industri migas yang dinamis menuntut konsistensi tinggi dalam penerapan standar K3. Operasional pengeboran yang kompleks dan berisiko tinggi, menurutnya, hanya dapat dikelola dengan disiplin serta sistem manajemen keselamatan yang kuat.

Pertamina Drilling pun terus mendorong partisipasi aktif seluruh pekerja, mulai dari tingkat manajemen hingga operator lapangan. Sosialisasi praktik terbaik, penguatan pengawasan, serta peningkatan kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan.

Lebih jauh, Avep menilai bahwa budaya K3 memiliki kaitan langsung dengan daya saing perusahaan. Tanpa lingkungan kerja yang aman dan sehat, mustahil produktivitas dapat terjaga, apalagi berkembang dalam jangka panjang.

“Keberlanjutan bisnis sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengelola risiko. Keselamatan bukan biaya, tetapi investasi,” tegasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Hadir di GIIAS 2026, Bawa Solusi Energi Mendukung Industri Otomotif Nasional

29 Juli 2026 - 20:53 WIB

Sudah Berjalan Sejak Februari, Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Palembang Kini Jadi Atensi Kapolda

29 Juli 2026 - 16:54 WIB

Suzuki XL7 Terbaru Debut Global di Palembang, Bawa Wajah Baru hingga Fitur Keselamatan

29 Juli 2026 - 14:56 WIB

Lawan Jambret, Siswa SMP Negeri 10 Palembang Alami Luka Tusuk di Kepala

29 Juli 2026 - 12:12 WIB

Optimalkan Penerimaan Pasokan BBM dari Kapal, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Percepat Normalisasi Distribusi di Kalimantan Barat

29 Juli 2026 - 11:55 WIB

Trending di News