Palembang – Duka mendalam menyelimuti keluarga Pratu Ferischal (23), anggota TNI yang tewas diduga akibat ditembak sesama anggota di tempat hiburan malam di kawasan Ilir Barat I Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Keluarga korban kini meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan transparan.
Suasana haru pecah di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026), saat pihak keluarga mengetahui korban meninggal dunia akibat luka tembak.
Adik kandung korban, Faradita, mengaku keluarga sangat terpukul setelah mengetahui kakaknya diduga menjadi korban penembakan oleh sesama anggota TNI.
“Kami sangat syok. Awalnya hanya mendapat kabar kakak meninggal dunia, tapi setelah tahu ternyata ditembak sesama anggota TNI, keluarga benar-benar terpukul,” ujarnya sambil menahan tangis.
Menurut Faradita, keluarga berharap aparat yang menangani perkara tersebut dapat mengusut kasus secara profesional tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Ia meminta kronologi kejadian dibuka secara terang benderang serta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami minta kasus ini transparan karena menyangkut nyawa orang. Pelaku harus dihukum setimpal,” tegasnya.
Faradita juga mengungkap kenangan terakhir bersama sang kakak yang kini terus membekas di ingatannya. Ia mengatakan terakhir bertemu korban pada Jumat sore sebelum kejadian.
Saat itu, korban sempat meminta uang Rp10 ribu sebelum pergi meninggalkan rumah.
“Tidak menyangka itu jadi pertemuan terakhir kami. Paginya malah dapat kabar kakak sudah meninggal,” katanya lirih.
Rencananya, jenazah Pratu Ferischal akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Borang Palembang.
Korban diketahui telah berdinas sebagai prajurit TNI berpangkat Pratu sejak tahun 2022.









