Menu

Mode Gelap

News

Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Polisi Dugaan Bus Melaju Kencang Sebelum Tabrak Truk BBM

badge-check


Kondisi Bus ALS dan Truk Tangki BBM di Muratara seusai kecelakaan. Foto : Istimewa Perbesar

Kondisi Bus ALS dan Truk Tangki BBM di Muratara seusai kecelakaan. Foto : Istimewa

Palembang – Penyelidikan kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mulai mengarah pada dugaan kelalaian pengemudi bus. Polisi menduga bus melaju dalam kecepatan tinggi sebelum tabrakan hebat terjadi.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo mengatakan tim Traffic Accident Analysis (TAA) telah melakukan olah tempat kejadian perkara secara laboratoris untuk memastikan penyebab utama kecelakaan.

“Penanganan kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan. Besok tim kembali melakukan gelar perkara di lokasi,” ujar Maesa, Jumat (15/5/2026).

Menurut hasil pemeriksaan awal, sopir bus diduga sempat mencoba menghindari lubang di badan jalan sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menabrak truk tangki BBM.

Namun, polisi menilai kondisi lubang di lokasi relatif kecil dan belum tentu menjadi faktor utama kecelakaan.

“Saya sudah cek langsung ke lokasi. Kedalaman lubang sekitar dua sentimeter, dengan lebar empat sampai lima sentimeter,” katanya.

Maesa menilai faktor kecepatan kendaraan justru menjadi perhatian utama penyidik. Apalagi lokasi kejadian berada di ruas jalan lurus yang memungkinkan kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

“Kalau jalan panjang dan lurus, potensi kendaraan melaju kencang sangat besar,” ujarnya.

Penyidik juga menemukan posisi perseneling bus berada di gigi lima saat kecelakaan terjadi. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa bus melaju dengan kecepatan tinggi sebelum tabrakan.

Meski demikian, polisi masih menunggu hasil kajian ahli untuk memastikan kecepatan kendaraan dan penyebab pasti kecelakaan.

Selain olah TKP, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi selamat, termasuk kernet bus bernama Fadli yang menyebut kendaraan sempat menghindari lubang sebelum insiden maut terjadi.

Kombes Maesa menegaskan sopir bus ALS berpotensi ditetapkan sebagai tersangka. Namun polisi juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang ikut bertanggung jawab, termasuk dari perusahaan otobus.

“Kalau nanti ada unsur tanggung jawab dari pihak lain, termasuk perusahaan, tentu akan kami kembangkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OMC Sumsel Selesai, 19 Ton Garam Disebar untuk Cegah Karhutla 2026

16 Mei 2026 - 13:30 WIB

Kloter 16 Berangkat ke Jeddah, Embarkasi Palembang Tuntas Berangkatkan 6.995 Jemaah Haji

16 Mei 2026 - 13:10 WIB

Cik Ujang Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

16 Mei 2026 - 12:49 WIB

Anggota TNI Tewas Ditembak Rekannya di Tempat Hiburan Malam Palembang

16 Mei 2026 - 11:55 WIB

14 Korban Tewas Bus ALS di Muratara Berhasil Teridentifikasi, Berikut Nama-namanya

16 Mei 2026 - 11:20 WIB

Trending di News