Palembang— Di tengah kesedihan sebuah keluarga yang kehilangan bayi mereka yang baru berusia 5 bulan 6 hari, Keyvano Affinata Alfarez hadir sosok anggota kepolisian dari Ditpolairut Polda Sumsel, Bripda M. Kadapi yang dengan tulus membantu biaya pelunasan administrasi dan pemakaman sang bayi.
Kisah haru itu bermula saat Kadapi mendapat kabar dari rekannya, Febri. Ia diberitahu ada keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan kebingungan mencari biaya untuk menguburkan anak mereka.
Keluarga Keyvano sebelumnya telah mencoba menggalang donasi. Namun dana yang terkumpul hanya sekitar Rp 6 juta, sementara biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 11 juta dan uang yang ada pun belum sepenuhnya diterima pihak keluarga.
Mendengar cerita itu, Kadapi mengaku hatinya langsung tersentuh. Tanpa berpikir panjang, ia memutuskan membantu keluarga tersebut dengan memberikan uang sebesar Rp 8 juta agar proses pemakaman dapat segera dilakukan.
“Waktu dikabari ada keluarga yang kesulitan biaya untuk pemakaman bayinya, saya langsung teringat masa-masa sulit dulu. Saya tahu rasanya berada di posisi susah,” ujar Kadapi saat diwawancarai pada Senin, 26 Mei 2026.
Tak hanya membantu secara materi, Kadapi juga turun langsung mendampingi keluarga pada hari pemakaman, bahkan ia juga membelikan perlengkapan pemakaman jenazah bayi. Kadapi ikut mengantar jenazah bayi hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.
“Saya tidak ingin mereka merasa sendirian menghadapi musibah ini. Minimal saya bisa membantu meringankan sedikit beban mereka,” katanya.
Di tengah prosesi pemakaman yang penuh haru, Kadapi tetap berada di sisi keluarga bayi tersebut. Ia membantu memastikan seluruh proses berjalan lancar hingga penguburan selesai dilakukan.
Kadapi mengaku, pengalaman hidup di masa lalu menjadi alasan utama dirinya tergerak membantu. Ia merasa kondisi keluarga tersebut sangat mirip dengan kehidupannya dahulu ketika masih mengalami kesulitan ekonomi.
“Saya dulu juga pernah susah. Jadi ketika melihat ada orang mengalami hal yang sama, hati saya langsung tergerak. Saya percaya kalau kita mampu membantu, jangan ditunda,” ungkapnya.
Tindakan sederhana namun penuh ketulusan itu kini menyentuh banyak hati. Di tengah berbagai persoalan hidup yang terjadi, kisah Kadafi menjadi pengingat bahwa rasa peduli dan kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.









