PALEMBANG – Dugaan aksi perundungan terhadap seorang siswi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Palembang menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial. Insiden yang diduga dipicu persoalan pribadi antar siswa itu kini mendapat penanganan serius dari pihak sekolah, kepolisian, hingga pemerintah setempat.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang siswi yang masih mengenakan seragam sekolah menjadi korban tindakan kasar. Korban tampak dijambak rambutnya, diseret, serta tangannya ditarik paksa oleh siswi lain, sementara ia hanya berusaha bertahan tanpa memberikan perlawanan.
Akibat peristiwa tersebut, korban dilaporkan mengalami keluhan sakit di bagian kepala dan mendapat pendampingan dari keluarga serta pihak sekolah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden tersebut diduga berawal dari persoalan asmara. Pelaku disebut terbakar rasa cemburu karena mengira korban memiliki kedekatan dengan seorang siswa yang merupakan teman sekelasnya.
Sebelum kejadian, korban dikabarkan telah berupaya memberikan penjelasan dan meminta maaf, serta menegaskan tidak memiliki hubungan khusus dengan siswa yang dimaksud. Namun, klarifikasi tersebut diduga tidak diterima oleh pelaku.
Peristiwa itu diduga terjadi pada Kamis (9/7/2026) di area belakang lingkungan sekolah setelah korban diajak bertemu oleh pelaku. Saat aksi berlangsung, seseorang merekam kejadian tersebut hingga akhirnya videonya menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya laporan terkait dugaan perundungan tersebut. Menurutnya, penyelesaian perkara saat ini masih mengedepankan proses mediasi dengan melibatkan berbagai pihak.
“Benar, saat ini sedang dilakukan mediasi yang melibatkan pihak sekolah, keluarga korban dan pelaku, camat, lurah, guru-guru, kepolisian, TNI, Dinas Pendidikan, serta Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kota Palembang,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Meski proses mediasi tengah berjalan, aparat bersama pihak sekolah tetap melakukan pendampingan terhadap korban sekaligus memastikan situasi di lingkungan sekolah tetap kondusif.









