Palembang – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan memetakan wilayah prioritas berbasis karakteristik lahan. Daerah dengan dominasi gambut menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan dini.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, mengungkapkan sejumlah kabupaten yang masuk kategori rawan tinggi, di antaranya Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu.
“Wilayah dengan lahan gambut menjadi perhatian utama karena lebih mudah terbakar dan sulit dipadamkan saat musim kemarau,” ujarnya, (4/4/2026)
Pendekatan berbasis peta risiko ini menjadi strategi kunci BPBD dalam mengantisipasi karhutla, terutama di tengah ancaman musim kering yang diperkirakan lebih panjang. Untuk itu, BPBD menyiapkan delapan langkah strategis yang akan dijalankan secara terintegrasi lintas sektor.
Langkah tersebut meliputi penguatan koordinasi antarinstansi, sosialisasi larangan pembakaran lahan, hingga patroli rutin baik darat maupun udara di titik-titik rawan. Selain itu, kesiapsiagaan teknis juga diperkuat melalui penyediaan sumber air dan penempatan personel di lokasi strategis.
Tak hanya mengandalkan pemerintah, BPBD juga mendorong keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan. Partisipasi aktif dinilai krusial untuk menekan potensi kebakaran sejak dini, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
“Peran daerah sangat penting, termasuk dalam menetapkan status siaga darurat lebih cepat agar penanganan bisa segera dilakukan,” kata dia.









