Menu

Mode Gelap

News

181 Kasus Baru HIV/AIDS Ditemukan di Sumsel Awal 2026, Palembang Jadi Episentrum

badge-check


Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto : Istock Perbesar

Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto : Istock

Palembang — Kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menjadi perhatian serius. Dalam dua bulan pertama tahun 2026, tercatat 181 kasus baru ditemukan, menandakan penularan yang masih aktif di tengah masyarakat.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel menunjukkan, dari total tersebut, sebanyak 139 merupakan kasus HIV dan 42 lainnya telah masuk kategori AIDS. Temuan ini menjadi sinyal bahwa deteksi dini dan upaya pencegahan masih perlu diperkuat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengungkapkan bahwa Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 85 orang.

“Sebagian besar kasus masih terkonsentrasi di Palembang, namun daerah lain juga mulai menunjukkan angka temuan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Selain Palembang, penyebaran kasus juga tercatat di sejumlah wilayah seperti Lubuk Linggau, serta beberapa kabupaten seperti OKU, OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, hingga OKU Timur. Meski jumlahnya lebih kecil, sebaran ini menunjukkan bahwa penularan tidak lagi terpusat di satu wilayah saja.

Menurut Ira, perilaku seksual berisiko masih menjadi faktor dominan dalam penyebaran HIV/AIDS di Sumsel. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian, karena berkaitan erat dengan kesadaran dan perilaku masyarakat.

“Untuk menekan laju penularan, kami terus memperluas layanan, termasuk membuka akses tes dan pengobatan di lebih banyak fasilitas kesehatan. Selain itu, program mobile klinik juga digencarkan guna menjangkau kelompok populasi kunci yang sulit terakses layanan kesehatan,”kata dia.

Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor turut diperkuat, mulai dari kerja sama dengan instansi pemerintah, puskesmas, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada pendampingan orang dengan HIV.

‘Edukasi juga menjadi strategi utama, terutama bagi kalangan pelajar dan masyarakat umum, untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan pentingnya deteksi dini,”kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Ubah Konfigurasi dan Tambah Nozzle BBM Subsidi 12 SPBU di Makassar, Tangani Lonjakan Kebutuhan BBM

12 September 2026 - 14:57 WIB

Pertamina Patra Niaga Gerakkan Masyarakat Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Guwosari

11 September 2026 - 20:38 WIB

Orangtua Keluhkan PJJ, Ratu Dewa Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tunggu ISPU Aman

11 September 2026 - 18:45 WIB

Jadi Cagar Budaya Nasional, Jembatan Ampera Kini Tak Bisa Diubah Sembarangan

11 September 2026 - 15:37 WIB

APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker

11 September 2026 - 15:12 WIB

Trending di News