Menu

Mode Gelap

News

199 Kali Water Bombing Digelontorkan untuk Jinakkan Api di Banyuasin dan Ogan Ilir

badge-check


Helikopter water bombing saat padamkan karhutla. Foto: W Pratama/Urban Id Perbesar

Helikopter water bombing saat padamkan karhutla. Foto: W Pratama/Urban Id

PALEMBANG – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus berpacu dengan waktu. Meski ratusan kali water bombing telah dilakukan, api di sejumlah wilayah masih menyisakan titik panas dan kepulan asap, terutama di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat, hingga Jumat (31/7/2026), pemadaman udara masih difokuskan di Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, serta Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Kedua wilayah tersebut menjadi prioritas karena api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan empat helikopter water bombing terus dioperasikan untuk mempercepat proses pemadaman di dua lokasi tersebut.

“Hingga akhir operasi pemadaman sore kemarin oleh helikopter water bombing, karhutla di Rantau Bayur dan Pemulutan masih berasap,” ujarnya.

Di Rantau Bayur, tiga helikopter telah menjatuhkan air sebanyak 147 kali ke area yang terbakar. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 2 hingga 3 hektare. Sementara di Pemulutan, satu helikopter melakukan 52 kali water bombing pada lahan seluas sekitar 5 hingga 7 hektare.

Selain serangan dari udara, tim gabungan juga mengintensifkan pemadaman melalui jalur darat di Pemulutan. Personel BPBD Sumsel, BPBD Ogan Ilir, TNI, Polri, dan Manggala Agni berjibaku memadamkan api yang menjalar di vegetasi kering. Hingga kini, sekitar 4 hektare lahan berhasil dipadamkan.

Operasi serupa juga berlangsung di kawasan Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin. Karhutla di wilayah tersebut terjadi di lahan gambut yang dikenal sulit dipadamkan karena api dapat merambat hingga ke lapisan bawah tanah.

Proses pemadaman di Muara Medak dibantu helikopter milik Sinarmas, sementara hujan yang turun pada sore hari turut membantu mempercepat pengendalian api. Meski demikian, tim gabungan masih melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali muncul. Luas lahan yang terbakar di lokasi ini diperkirakan mencapai 20 hektare.

“Lahan yang terbakar di Muara Medak ini terjadi di lahan gambut tebal. Pemadaman dan pendinginan terus dilaksanakan oleh tim gabungan,” kata Sudirman.

Di tengah masih berlangsungnya operasi di sejumlah titik, BPBD juga mencatat beberapa lokasi berhasil dikendalikan. Kebakaran seluas sekitar 1 hektare di Sekayu, Musi Banyuasin, serta 1 hektare di Jejawi, Ogan Komering Ilir, telah berhasil dipadamkan.

Keberhasilan juga diraih di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. Setelah terbakar sejak 24 Juli lalu, api akhirnya berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terdampak di kawasan tersebut mencapai sekitar 8,5 hektare.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

174 Dapur MBG di Sumsel Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Dinkes Percepat Proses Perizinan

31 Juli 2026 - 20:19 WIB

Dukung Putusan MK, Gubernur Sumsel Sebut Dana MBG Harus Berdiri Sendiri

31 Juli 2026 - 20:07 WIB

Masalah Lampu Jalan Viral, Kini Pemkot Palembang Bentuk Tim PJU di Setiap Kecamatan

31 Juli 2026 - 18:46 WIB

Transisi Energi Tak Cukup Andalkan Pemerintah, DEN Libatkan Kampus

31 Juli 2026 - 14:20 WIB

Ayah di Lubuklinggau Cabuli dan Paksa Anak Tirinya Nyabu

31 Juli 2026 - 14:08 WIB

Trending di Headline