Palembang– Istilah “Godzilla El Nino” mulai ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem di Indonesia. Fenomena ini bukanlah istilah ilmiah resmi, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan kondisi El Niño dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari biasanya.
Berdasarkan penjelasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai daerah, El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada perubahan pola cuaca global.
Dalam kondisi menguat, fenomena ini menyebabkan pergeseran pembentukan awan dan hujan. Awan lebih banyak terbentuk di wilayah Samudra Pasifik, sehingga wilayah seperti Indonesia justru mengalami penurunan curah hujan.
Akibatnya, musim kemarau cenderung berlangsung lebih panjang, kering, dan panas dari biasanya.
Fenomena ini disebut “Godzilla” karena skala dampaknya yang besar dan tidak bisa dianggap ringan. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kekuatan El Nino ekstrem yang berpotensi memicu gangguan luas di berbagai sektor.
Selain penguatan El Niño, kondisi ini juga dapat diperparah oleh fenomena lain seperti Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Saat IOD positif terjadi, suhu laut di sekitar wilayah barat Indonesia menjadi lebih dingin sehingga pembentukan awan semakin berkurang.
Kombinasi kedua fenomena ini berpotensi membuat kondisi cuaca semakin kering dan ekstrem, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa dan Sumatra.
BPBD dari berbagai wilayah mengungkapkan bahwa tanda-tanda kemunculan fenomena ini mulai terlihat pada April 2026. Pada fase awal, hujan masih mungkin terjadi, namun intensitasnya diperkirakan akan menurun secara bertahap.
Seiring waktu, kondisi cuaca akan didominasi panas dan kekeringan, yang menjadi ciri khas dari El Niño kuat.
Dampak dari Godzilla El Nino tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa daerah berpotensi mengalami kekeringan ekstrem, sementara wilayah lain justru bisa mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Secara umum, dampak yang mungkin terjadi antara lain:
1. Penurunan curah hujan dan krisis air bersih
2. Peningkatan suhu udara hingga sekitar 1,5–2 derajat Celsius
3. Risiko kebakaran hutan dan lahan
4. Gangguan pada sektor pertanian
Fenomena ini juga dapat memicu perbedaan kondisi cuaca antarwilayah, tergantung posisi geografis terhadap garis ekuator.
Fenomena Godzilla El Nino menjadi pengingat bahwa perubahan iklim global memiliki dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menghadapinya.













