Muratara – Gubernur Sumsel Herman Deru meminta pemerintah pusat segera memperbaiki kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Musi Rawas Utara setelah kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM yang menewaskan 17 orang.
Sorotan terhadap kondisi jalan nasional itu muncul setelah dugaan awal kecelakaan mengarah pada upaya sopir bus menghindari lubang di badan jalan sebelum tabrakan terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru usai meresmikan Jembatan Temelat di Kabupaten Musi Rawas, Jumat (8/5/2026).
Herman Deru mengatakan penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan tim teknis dan kepolisian. Selain faktor kondisi jalan, kemungkinan sopir mengalami microsleep juga sedang dianalisis.
“Informasi yang kami terima masih beragam. Ada dugaan bus menghindari lubang jalan, ada juga kemungkinan faktor microsleep,” ujar Herman Deru.
Menurut dia, hasil pengukuran sementara menunjukkan lubang di lokasi kejadian memiliki kedalaman sekitar 2 sentimeter. Meski demikian, ia menilai kondisi jalan tetap harus menjadi perhatian serius.
“Jalan Lintas Sumatera merupakan jalan nasional sehingga perbaikannya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga,”kata dia.
Ia meminta evaluasi menyeluruh dilakukan agar jalur utama penghubung antarprovinsi itu tidak kembali memakan korban jiwa.
“Hari ini Dirjen Bina Marga menunggu hasil pemeriksaan teknis. Tapi apa pun hasilnya, jalan itu harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Permintaan itu sekaligus menjadi respons atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi Jalinsum yang selama ini dikenal padat kendaraan besar dan rawan kecelakaan.
Dirinya juga menyinggung keberadaan truk tangki BBM yang melintas di jalur nasional. Ia menegaskan kendaraan pengangkut bahan bakar tidak termasuk kategori kendaraan yang dilarang melintas di jalan negara.
Menurutnya, aturan pembatasan justru berlaku untuk kendaraan over dimensi, overload, dan angkutan batu bara.
“Kalau truk tangki BBM memang diperbolehkan melintas. Yang dilarang itu kendaraan overload dan angkutan batu bara,” katanya.
Kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM terjadi di Jalinsum wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut menewaskan 17 orang dan menjadi salah satu kecelakaan paling mematikan di Sumatera Selatan tahun ini.









