Menu

Mode Gelap

News

Dua Siswi SD Ditemukan Meninggal Setelah Hanyut Berpelukan di Sungai Musi Empat Lawang

badge-check


Salah satu jenazah saat dirumah duka setelah dievakuasi dari Sungai Musi. Foto : Basarnas Palembang Perbesar

Salah satu jenazah saat dirumah duka setelah dievakuasi dari Sungai Musi. Foto : Basarnas Palembang

EMPAT LAWANG – Duka menyelimuti warga Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Dua siswi sekolah dasar yang hanyut di Sungai Musi akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah empat hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin mengatakan korban bernama Bulan binti Ledi (12) dan Elsa binti Dodo (12), keduanya merupakan siswa SD Negeri 01 Sikap Dalam. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat kedua korban bersama teman-temannya mandi dan berenang di Sungai Musi sepulang sekolah.

“Kejadian bermula pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu enam anak bermain air di Sungai Musi. Namun tiba-tiba arus sungai yang deras menyeret mereka,”kata dia, Sabtu (9/5/2026).

Empat anak berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian sungai. Sementara Bulan dan Elsa yang diketahui tidak bisa berenang hanyut terbawa arus sungai.

“Warga setempat sempat melakukan pencarian secara spontan setelah melihat kedua korban tenggelam sambil berpelukan di tengah derasnya arus Sungai Musi. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya Tim SAR Gabungan diterjunkan,”kata dia.

Korban pertama, Bulan binti Ledi, ditemukan pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Jasad korban ditemukan mengapung di pinggir Sungai Musi wilayah Desa Gelanggang, Kecamatan Talang Padang, sekitar 50 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Sementara korban kedua, Elsa binti Dodo, ditemukan pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 08.05 WIB di Desa Rantau Dodor, Kecamatan Pendopo Barat, atau sekitar 9 kilometer dari titik awal korban tenggelam.

“Alhamdulillah seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu pencarian sejak hari pertama,” ujar dia.

Ia menjelaskan proses pencarian dilakukan dengan penyisiran sepanjang aliran Sungai Musi serta pemantauan di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Palembang, TNI, Polri, BPBD, Damkar, pemerintah desa, relawan hingga masyarakat setempat.

Raymond juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama terhadap anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang.

“Pengawasan orang tua sangat penting. Jangan biarkan anak bermain di sungai tanpa pengawasan, apalagi saat arus sungai sedang deras,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penerbangan Palembang-Jakarta Kembali Normal, 10.624 Penumpang Sempat Terdampak

8 September 2026 - 18:08 WIB

Lahan HGU Tak Berulang Terbakar, Herman Deru Minta BPN Turun Tangan

8 September 2026 - 18:04 WIB

Herman Deru Dorong Vendor Lokal, Pasokan FAME Tersendat Bikin Biosolar Mengular

8 September 2026 - 18:02 WIB

Dampak Kabut Asap dan Meningkatnya ISPA, Wali Kota Palembang Alihkan KBM ke Pembelajaran Jarak Jauh Mulai 9 September

8 September 2026 - 17:59 WIB

Fakta Baru Kasus Banyuasin: Sebelum Dibunuh dan Ditemukan Tinggal Kerangka, Kakak-Beradik Sempat Diperkosa

8 September 2026 - 17:53 WIB

Trending di Headline