Palembang– Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kembali bertambah. Satu korban bernama Jumiatun, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Jumat, 15 Mei 2026.
Dengan meninggalnya Jumiatun, total korban tewas dalam insiden tragis tersebut kini mencapai 19 orang. Sebelumnya, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 18 orang setelah proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI Polda Sumsel.
Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K. mengkonfirmasi hal tersebut melalui konferensi pressnya. Ia mengatakan kondisi korban terus menurun akibat luka bakar serius yang dideritanya.
“ibu Jumiatun, salah satu korban kecelakaan bus ALS meninggal dunia pagi tadi,” ujar Rony.
Menurutnya, korban mengalami luka bakar hingga 90 persen yang juga menyerang saluran pernapasan dan pencernaan. Selama menjalani perawatan, Jumiatun telah menjalani dua kali operasi untuk mengangkat jaringan kulit mati dan benda asing di tubuhnya.
Sementara itu, suami korban, Ngadiono (44), yang juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut dikabarkan masih menjalani perawatan dan kondisi kesehatannya mulai membaik meski tetap dalam pengawasan intensif tim medis.
Diketahui, kecelakaan maut itu terjadi pada 6 Mei 2026 di Jalan Lintas Sumatera wilayah Karang Jaya, Muratara. Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan bertabrakan dengan truk tangki BBM hingga kedua kendaraan terbakar hebat.
Sebagian besar korban meninggal dunia mengalami luka bakar berat sehingga proses identifikasi dilakukan menggunakan metode Disaster Victim Identification (DVI) oleh Polda Sumsel. Hingga kini, tim DVI masih melanjutkan proses identifikasi terhadap 3 korban lainnya.









