Menu

Mode Gelap

News

TKD Terancam Dipangkas Lagi, Pemprov Sumsel Tunda Proyek Baru

badge-check


Gubernur Sumsel, Herman Deru saat bertemu para buruh di kegiatan sarasehan di Auditorium Bina Praja Palembang. Foto : Humas Pemprov Sumsel Perbesar

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat bertemu para buruh di kegiatan sarasehan di Auditorium Bina Praja Palembang. Foto : Humas Pemprov Sumsel

PALEMBANG – Rencana pemerintah pusat kembali mengurangi Transfer ke Daerah (TKD) pada 2027 mulai diantisipasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Berkurangnya dana transfer diperkirakan akan memengaruhi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), terutama pada sektor pembangunan infrastruktur.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, jika alokasi TKD kembali dipangkas, pemerintah provinsi akan mengubah strategi pembangunan dengan memprioritaskan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada dibanding membangun proyek baru.

“Kalau pendapatan daerah berkurang, tentu akan memengaruhi kemampuan kita mengeksekusi program dalam RPJMD. Karena itu, fokus kita nanti lebih kepada pemeliharaan infrastruktur. Jangan dulu membangun yang belum benar-benar dibutuhkan,” ujar Herman Deru, Jumat (3/7/2026).

Meski menghadapi tantangan fiskal, Deru menegaskan pemerintah daerah tidak akan menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, langkah yang akan ditempuh adalah melakukan penyesuaian terhadap program pembangunan agar tetap sejalan dengan kemampuan keuangan daerah.

Ia menambahkan, skema penyesuaian masih akan dibahas bersama jajaran pemerintah provinsi, termasuk Sekretaris Daerah, untuk mencari solusi terbaik menghadapi kemungkinan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra mengatakan pemerintah mulai menyiapkan penyesuaian postur APBD 2027. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas belanja agar anggaran yang tersedia tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kita akan melakukan penyesuaian APBD. Prinsipnya, pelayanan publik tetap menjadi prioritas dan visi-misi kepala daerah tetap harus berjalan,” katanya.

Selain melakukan efisiensi belanja, Pemprov Sumsel juga akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.

Edward mengungkapkan, pengalaman pemangkasan TKD pada tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting. Pada 2026, dana transfer yang diterima Sumsel turun sekitar Rp1,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita berharap ada kebijakan yang lebih baik dari pemerintah pusat. Namun jika pendapatan kembali berkurang, tentu akan dilakukan rasionalisasi anggaran seperti yang sudah dilakukan pada 2025 dan 2026,” ujarnya.

Efisiensi tersebut diperkirakan kembali menyasar belanja pendukung seperti perjalanan dinas, operasional perkantoran, hingga kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuota Solar Subsidi Sumsel Nyaris Habis, Pemprov Siapkan Aturan Baru untuk Pangkas Antrean

4 Juli 2026 - 15:24 WIB

Karhutla 6 Hektare di OKI Belum Tuntas, Satgas Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing

4 Juli 2026 - 15:17 WIB

Realisasi Pajak Daerah Sumsel Sentuh Rp1,87 Triliun, PBB-KB Jadi Penyumbang Terbesar

4 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pedagang Stadion Kamboja Temui Wali Kota Palembang, Relokasi 27 Kios Ditunda Sementara

3 Juli 2026 - 19:20 WIB

Kominfo Palembang Perkuat Tata Kelola Digital Lewat Forum KOMDIGI Better Governance di Medan

3 Juli 2026 - 19:19 WIB

Trending di News