Palembang – Kehebohan video dua remaja yang diduga berduel menggunakan senjata tajam di Jalan Perwari, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, akhirnya terungkap. Setelah melakukan penyelidikan, polisi memastikan aksi yang sempat viral di media sosial itu bukanlah perkelahian sungguhan, melainkan konten yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian.
Video berdurasi 17 detik tersebut memperlihatkan dua remaja mengenakan jaket saling berhadapan di tengah jalan sambil mengayunkan benda yang menyerupai pedang. Aksi itu berlangsung di depan Universitas IBA Palembang dan sempat membuat pengendara serta warga sekitar khawatir.
Kapolsek Ilir Timur II Palembang AKP Firmansyah mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa benda yang digunakan kedua remaja bukanlah senjata tajam, melainkan potongan pipa yang dibuat menyerupai pedang.
“Hasil pengecekan di lapangan dan keterangan para saksi menunjukkan bahwa kejadian tersebut hanya untuk pembuatan konten. Benda yang digunakan bukan senjata tajam, tetapi patahan pipa,” kata Firmansyah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, video itu direkam pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Meski tidak menggunakan senjata asli, aksi tersebut tetap dinilai membahayakan karena dilakukan di ruang publik yang masih dilalui kendaraan.
Polisi menduga para remaja sengaja memilih lokasi di pinggir jalan untuk menciptakan kesan seolah-olah terjadi duel sungguhan sehingga menarik perhatian pengguna media sosial.
Meski dipastikan hanya konten, aparat menilai tindakan tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Banyak warga mengira telah terjadi aksi kekerasan bersenjata di kawasan tersebut setelah video beredar luas.
Karena itu, Polsek Ilir Timur II kini tengah menelusuri identitas para pembuat video untuk dimintai keterangan.
“Kami sedang mencari para remaja yang membuat konten tersebut. Mereka akan dimintai keterangan karena video yang dibuat telah meresahkan masyarakat Palembang,” tegas Firmansyah.









