Muara Enim – Pemerintah Kabupaten Muara Enim belum akan meresmikan gedung Asrama Mahasiswa Muara Enim di Yogyakarta meski pembangunan fisiknya secara umum dinilai telah rampung. Sejumlah aspek dinilai masih perlu diselesaikan sebelum bangunan tersebut dapat diresmikan dan difungsikan secara penuh.
Plt Kepala Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim yang juga Asisten I Pemkab Kuara Enim, Andi Wijaya menyampaikan, hasil peninjauan lapangan menunjukkan bangunan secara kasat mata telah selesai dibangun. Namun, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp4 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2025 itu belum dilengkapi sarana dan prasarana mebel. Fasilitas yang telah tersedia baru mencakup instalasi listrik.
“Kalau kami cek secara kasat mata memang bangunannya sudah selesai dan terlihat baik. Namun untuk memastikan apakah seluruh pekerjaan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), tentu harus dilakukan oleh tenaga ahli yang berwenang,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga masih merencanakan pembangunan taman sebagai bagian dari penyempurnaan kawasan asrama. Namun, rencana tersebut berpotensi ditunda menyusul kondisi keuangan daerah yang saat ini belum memungkinkan.
Meski aset bangunan telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim, hingga kini peresmian resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim belum dilakukan. Pemerintah menilai peresmian baru akan dilaksanakan setelah seluruh persiapan dianggap tuntas.
Di sisi lain, desakan dari mahasiswa agar asrama segera dapat dimanfaatkan membuat pemerintah memberikan izin sementara kepada Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Muara Enim untuk menggunakan gedung sebagai sekretariat sekaligus membantu menjaga aset tersebut.
Pemerintah menegaskan penggunaan sementara itu bersifat terbatas. Saat peresmian nantinya dilakukan, kondisi gedung harus tetap seperti semula. Saat ini pemerintah juga masih menunggu surat resmi dari pengurus IKPM terkait permohonan pengelolaan sekaligus usulan peresmian asrama.
Asrama yang berada di kawasan dekat Terminal Condong Catur, Yogyakarta tersebut direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim agar menjadi hunian yang lebih representatif bagi mahasiswa asal Muara Enim yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Namun, hingga sejumlah penyempurnaan dan administrasi selesai, pemerintah memastikan peresmian gedung masih harus menunggu.









