PALEMBANG – Konektivitas udara Palembang-Jakarta kembali berangsur normal setelah sebelumnya terganggu akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Mulai Selasa (8/9/2026), penerbangan dari dan menuju Jakarta di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang kembali beroperasi. Meski demikian, pengelola bandara tetap melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan penerbangan berlangsung aman.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan normalisasi penerbangan menjadi bagian dari proses pemulihan konektivitas udara Sumatera Selatan setelah terjadi gangguan akibat erupsi Anak Krakatau.
“Setelah sebelumnya terdampak aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno Hatta, penerbangan tujuan Jakarta di Bandara SMB II sejak Selasa (8/9) berangsur normal,” ujar Ahmad Syaugi.
Menurutnya, pihak bandara terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi penerbangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemulihan operasional tidak mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Gangguan penerbangan yang terjadi sejak Minggu (6/9) hingga kembali beroperasi pada Selasa (8/9) memberikan dampak cukup besar terhadap mobilitas penumpang.
Tercatat sebanyak 64 penerbangan rute Jakarta di Bandara SMB II mengalami pembatalan. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap 10.624 calon penumpang.
Untuk menangani penumpang yang terdampak pembatalan, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara SMB II mengaktifkan prosedur Service Recovery Activation (SRA).
Layanan tersebut antara lain dilakukan melalui pembagian minuman dan masker kepada calon penumpang, sekaligus menyiagakan petugas untuk memberikan asistensi selama proses pemulihan penerbangan.
“Kami telah melaksanakan prosedur Service Recovery Activation (SRA) melalui pembagian minum dan masker serta petugas bandara yang selalu siap untuk memberikan asistensi bagi calon penumpang yang terdampak,” kata Ahmad Syaugi.
Pelaksanaan SRA tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola bandara memberikan dukungan kepada calon penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan.
Selain menjaga aspek keselamatan, layanan tersebut juga diarahkan untuk memastikan calon penumpang tetap mendapatkan informasi dan bantuan selama menghadapi gangguan perjalanan.
Meski penerbangan rute Jakarta telah kembali berangsur normal, pihak bandara mengingatkan calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.
Penumpang diminta mengecek perkembangan jadwal penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing maupun kanal informasi resmi InJourney Airports.
Hal ini penting mengingat kondisi operasional penerbangan dapat berubah menyesuaikan perkembangan situasi dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.
“Kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal dari maskapai masing-masing dan memastikan status penerbangan melalui contact center maskapai ataupun InJourney Airports guna menghindari penumpukan di bandara,” pungkasnya.









