Menu ✖

Mode Gelap

News

Hampir 30 Ribu Kasus ISPA Tercatat dalam 3 Pekan, Dinkes Sumsel Kaitkan dengan Kabut Asap

badge-check


Pengendara motor yang menerobos kepulan asap yang berasal dari kebakaran lahan dan hutan di jalur lintas Sumatera, Ogan Ilir, Sumsel, Minggu (3/9) Foto: ary priyanto/urban id Perbesar

Pengendara motor yang menerobos kepulan asap yang berasal dari kebakaran lahan dan hutan di jalur lintas Sumatera, Ogan Ilir, Sumsel, Minggu (3/9) Foto: ary priyanto/urban id

PALEMBANG – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Selatan masih tinggi saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah. Dalam kurun tiga pekan, hampir 30 ribu kasus ISPA tercatat di Sumsel.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat 29.969 kasus ISPA sepanjang 30 Agustus hingga 19 September 2026. Angka tersebut menunjukkan kasus masih berada di level tinggi, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat sebaran asap karhutla.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa mengatakan peningkatan kasus terjadi pada pekan kedua September.

“Berdasarkan data, pada 30 Agustus-5 September jumlah kasus ISPA di Sumsel sebanyak 9.823 orang, periode 6-12 September kasusnya naik menjadi 10.126 orang, dan 13-19 September masih tercatat tinggi dengan 10.020 kasus,” ujar Ira, Selasa (28/9/2026).

Jika dibandingkan antarpekan, terdapat peningkatan 303 kasus pada periode 6-12 September dibandingkan pekan sebelumnya.

Pada pekan ketiga, jumlah kasus memang turun 106 kasus menjadi 10.020 kasus. Namun, angka tersebut masih berada di atas 10 ribu kasus dalam satu pekan.

PeriodeKasus ISPA
30 Agustus-5 September9.823
6-12 September10.126
13-19 September10.020
Total29.969

Ira menyebut kondisi kabut asap akibat karhutla menjadi salah satu faktor yang berdampak terhadap peningkatan kasus ISPA di Sumsel.

“Masyarakat juga diimbau memperhatikan kondisi udara dan menjaga kesehatan di tengah paparan asap,” katanya.

Tingginya kasus pada September menambah jumlah kasus ISPA yang telah tercatat sepanjang 2026. Dinkes Sumsel mencatat 348.708 kasus ISPA selama Januari-Agustus 2026.

Kasus tertinggi pada periode tersebut terjadi pada Februari dengan 51.115 kasus, disusul Januari sebanyak 50.651 kasus.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Palembang mencatat jumlah kasus terbanyak dengan 113.883 kasus. Selanjutnya Muara Enim sebanyak 39.692 kasus, Musi Banyuasin 25.174 kasus, Banyuasin 19.728 kasus, Lahat 17.707 kasus, dan Musi Rawas 17.458 kasus.

Data tersebut menunjukkan beban pelayanan kesehatan akibat ISPA tersebar di sejumlah daerah, terutama wilayah yang turut terdampak kondisi udara buruk.

Dinkes Sumsel mengingatkan masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara. Ketika udara memburuk akibat asap, masyarakat diminta mengurangi paparan langsung dengan membatasi kegiatan di luar rumah.

Penggunaan masker juga dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta memperbanyak minum air putih dan tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Tetap menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di luar rumah, disiplin berperilaku hidup bersih dan sehat, dan segera ke fasilitas layanan kesehatan jika mengalami kesulitan bernapas,” ungkap Ira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Sumsel Sebut Kabut Asap di Palembang Mulai Menipis

29 September 2026 - 14:48 WIB

Gubernur Sumsel Pastikan Dana Karhutla Rp30 Miliar Tak Dipakai untuk Honor Pejabat

28 September 2026 - 18:45 WIB

ISPA di Palembang Tembus 12 Ribu Kasus di September 2026

28 September 2026 - 15:29 WIB

Kanal Mengering, Water Bombing Tak Maksimal: Pemadaman Karhutla Sumsel Makin Berat

28 September 2026 - 15:27 WIB

Gandeng UMP, Ratu Dewa Kejar Target Tiap Sekolah Berguru S-2 dan Puskesmas Berdokter Spesialis

28 September 2026 - 12:10 WIB

Trending di News