PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuka peluang penambahan kendaraan operasional untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah. Pemenuhan kebutuhan peralatan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran dan tingkat urgensi di masing-masing wilayah.
Sebagai langkah awal, Pemprov Sumsel menyalurkan tiga unit mobil dump truk melalui bantuan presiden (banpres) 2026 dan dua unit sepeda motor dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri kepada Pemerintah Kota Palembang.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan operasional, terutama dalam merespons kejadian kebakaran di kawasan permukiman maupun lahan rawa.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah provinsi diperlukan agar pemerintah kabupaten dan kota tidak harus menanggung seluruh kebutuhan peralatan secara mandiri. Sebab, pemerintah daerah juga memiliki kewajiban membiayai kebutuhan lain, termasuk honor petugas pemadam kebakaran.
“Persoalannya adalah peralatan yang sangat mendesak dibutuhkan daerah. Kalau harus dibeli sendiri, pemerintah daerah juga memiliki kebutuhan lain, seperti honor petugas pemadam dan peralatan lainnya. Jadi, provinsi membantu meringankan,” kata Herman Deru saat diwawancarai di Palembang, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, bantuan kendaraan untuk Palembang juga mempertimbangkan besarnya jumlah penduduk kota tersebut, yang diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dari total penduduk Sumsel. Kondisi itu membuat kebutuhan pelayanan dan dukungan operasional perkotaan menjadi cukup besar.
“Penyaluran kendaraan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap petugas pemadam kebakaran Palembang yang selama ini menangani berbagai kejadian kebakaran, termasuk di wilayah rawa,”kata dia.
Palembang Ajukan Tambahan Mobil Tangki
Kebutuhan kendaraan operasional di Palembang masih berpotensi bertambah. Herman menyebut, pemerintah kota telah menyampaikan permintaan tambahan berupa mobil tangki untuk mendukung penanganan kebakaran.
Namun, realisasi bantuan tersebut akan bergantung pada sisa alokasi yang tersedia. Herman mengatakan, pengadaan melalui banpres dilakukan secara bertahap dan anggaran yang tersedia telah digunakan untuk pembelian kendaraan yang disalurkan saat ini.
“Ini Pak Wali mau minta mobil tangki juga. Ini bertahap datangnya, ini (banpres) sudah dibelanjakan. Nanti kalau masih ada alokasinya, kita berikan lagi,” ujarnya.
Penambahan kendaraan khusus diharapkan dapat memperkuat kesiapan petugas ketika menghadapi kebakaran, terutama di lokasi yang membutuhkan dukungan sarana operasional tambahan.
Meski demikian, Pemprov Sumsel tidak hanya memusatkan bantuan kepada Palembang. Bantuan peralatan juga disalurkan kepada daerah lain berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
Herman menegaskan, penentuan penerima bantuan tidak semata-mata didasarkan pada apakah suatu daerah pernah menerima bantuan sebelumnya. Prioritas diberikan dengan melihat kebutuhan peralatan yang paling mendesak.
“Pemprov Sumsel berharap dukungan sarana operasional tersebut dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla sekaligus mempercepat penanganan kebakaran dan pelayanan kepada masyarakat,”kata dia.









