Menu

Mode Gelap

News

Bayi dengan Kelainan Langka Sirenomelia Lahir di OKI, Meninggal Tak Lama Setelah Dilahirkan

badge-check


Bayi yang memiliki kelainan di OKI. Foto : Istimewa Perbesar

Bayi yang memiliki kelainan di OKI. Foto : Istimewa

OGAN KOMERING ILIR – Warga Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dikejutkan dengan kelahiran seorang bayi yang mengalami kelainan bawaan langka Sirenomelia atau yang dikenal sebagai Mermaid Syndrome. Bayi tersebut lahir pada Jumat (24/7/2026) dengan kondisi kedua kaki menyatu menyerupai ekor putri duyung dan meninggal dunia beberapa saat setelah dilahirkan.

Bayi merupakan anak dari pasangan Juwit dan Susi. Berdasarkan informasi dari warga setempat, keluarga tersebut sebelumnya tinggal di Desa Jelutung sebelum pulang ke Desa Kuala Dua Belas untuk menjalani proses persalinan.

Salah seorang warga, Arni, mengatakan kondisi bayi saat lahir membuat masyarakat sekitar terkejut karena belum pernah ditemukan kasus serupa di wilayah tersebut.

“Bayinya lahir dengan kedua kaki menyatu. Jenis kelaminnya juga belum terlihat jelas karena kondisi organ reproduksinya tidak tampak seperti umumnya,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Tak lama setelah dilahirkan, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Warga menyebut kondisi itu menimbulkan duka sekaligus rasa prihatin karena bayi tidak sempat bertahan hidup.

Secara medis, Sirenomelia merupakan kelainan kongenital yang sangat jarang terjadi. Kondisi ini ditandai dengan menyatunya kedua tungkai bawah dan umumnya disertai gangguan perkembangan organ vital, seperti ginjal, saluran kemih, usus, hingga organ reproduksi.

Literatur medis menyebutkan Sirenomelia diperkirakan hanya terjadi pada sekitar satu dari 60.000 hingga 100.000 kelahiran hidup. Sebagian besar bayi dengan kondisi tersebut memiliki peluang hidup yang sangat kecil karena organ-organ dalam tidak berkembang secara sempurna.

Penyebab pasti Sirenomelia hingga kini belum diketahui. Namun, sejumlah penelitian menduga kelainan tersebut berkaitan dengan gangguan pembentukan pembuluh darah pada awal masa kehamilan yang menghambat aliran darah ke bagian bawah tubuh janin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Ubah Konfigurasi dan Tambah Nozzle BBM Subsidi 12 SPBU di Makassar, Tangani Lonjakan Kebutuhan BBM

12 September 2026 - 14:57 WIB

Pertamina Patra Niaga Gerakkan Masyarakat Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Guwosari

11 September 2026 - 20:38 WIB

Orangtua Keluhkan PJJ, Ratu Dewa Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tunggu ISPU Aman

11 September 2026 - 18:45 WIB

Jadi Cagar Budaya Nasional, Jembatan Ampera Kini Tak Bisa Diubah Sembarangan

11 September 2026 - 15:37 WIB

APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker

11 September 2026 - 15:12 WIB

Trending di News