Menu

Mode Gelap

News

Dua Pekan Terakhir, Angka Sembuh Covid-19 di Sumsel Naik Drastis

badge-check


jubir gugus tuga penanggulangan covid-19 sumsel yusri (Dok. Humas Pemprov Sumsel) Perbesar

jubir gugus tuga penanggulangan covid-19 sumsel yusri (Dok. Humas Pemprov Sumsel)

PALEMBANG – Angka kesembuhan pasien covid-19 di Sumsel mengalami peningkatan drastis. Dimana secara akumulasi dalam dua pekan terakhir, angka pasien sembuh covid di Sumsel sebanyak 436 orang. Data tersebut lebih tinggi dua kali lipat dibanding dua pekan sebelumnya yang hanya sebanyak 130 orang.

“Perhari ini ada 651 orang yang sembuh atau 44,96 persen, yang lebih tinggi dari angka nasional. Bahkan dua pekan ini angka kesembuhan itu lebih tinggi 200 persen dari dua pekan sebelumnya,” kata Ahli ahli epidemiologi Iche Andriayani Liberty, Selasa (16/6).

Termasuk juga angka kasus kematian akibat covid-19. Menurut catatan pihaknya, angka kematian akibat covid-19 di Sumsel saat ini cenderung menurun, bahkan angkanya di bawah nasional.

“Per 15 Juni 2020 kemarin, angka kematian 57 orang atau 3,9 persen. Itu dibawah nasional yang 5,6 persen. Hal ini membuktikan jika upaya memperkuat Tracking, Testing, dan Treatment (3T) cukup optimal dilakukan,” tuturnya.

Dengan adanya kabar baik ini, diharapkan kinerja gugus tugas dapat semakin meningkat sehingga mendorong meningkatnya angka kesembuhan dan menurunnya angka kematian.

“Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan juga mengalami peningkatan. Harapan kami 3T terus dioptimalkan, laboratorium juga ditingkatkan sehingga ini dapat membawa dampak baik,” terangnya.

Dia menambahkan, meski saat ini masih ada beberapa kasus positif bertambah, hal itu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

“Yang harus diketahui, meski masih terjadi kasus positif namun itu bukan dampak buruk. Ini indikasi testing kita meningkat sehingga sebaran wabah itu cepat diketahui,” bebernya.

Disisi lain, dia mengungkapkan, data tersebut juga akan berpengaruh dalam penerapan new normal atau normal baru.

“Data ini berpengaruh dalam mempertimbangkan penerapan new normal di Sumsel. Epidemiologi bersama pakar lain seperti pakar ekonomi, sosial, pendidikan, hukum akan membahas membentuk tatanan kedepan untuk menghadapi new normal,” imbuhnya.

Diketahui, saat ini kota Palembang sudah memasuki hari terkahir pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sebelumnya, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, berdasarkan laporan dari Walikota Palembang, saat ini Palembang sudah masuk dalam zona orange.

“Tapi untuk penghentian PSBB itu sendiri saya ingatkan bukan karena felling tapi berdasarkan data. Saya masih menunggu angka reproduction number (Rt) dari tim epidemiolog. Sehingga untuk penerapan untuk new normal dapat dilakukan,” kata HD.

Sampai saat in8, lanjutnya, masih empat daerah di Sumsel yang akan menerapkan new normal diantaranya Kabupaten PALI, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten OKU Selatan, dan Kota Pagaralam.

“Meskipun ada usulan namun kita tetap akan konfirmasi kepada para ahli salah satunya epidemiologi. Kita tidak mau sembrono dalam penerapan new normal di empat daerah itu,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

2 Warga Negara Pakistan Dideportasi Imigrasi Sumsel karena Beri Keterangan Palsu saat Urus Izin Tinggal

23 Juni 2026 - 21:03 WIB

Rezeki Mitra Ojol dari MyPertamina, 25 Yamaha Lexi Dibagikan pada BOOM Periode 1

23 Juni 2026 - 20:16 WIB

Bandar Narkoba di Musi Banyuasin Tewas Tenggelam di Sungai Usai Kabur Dikejar Polisi

23 Juni 2026 - 18:05 WIB

Kejar Target Universal Coverage, Sekda Palembang Kukuhkan 36 Agen Penggerak BPJS Ketenagakerjaan

23 Juni 2026 - 18:00 WIB

Dorong Investasi Digital, Buka Deposito BRI Kini Bisa Lewat Aplikasi BRImo

23 Juni 2026 - 14:45 WIB

Trending di News