Kanwil Kemenag Babel Kunjungi Sumsel

0

Urban ID - class="p1">Kakanwil Kemenag Kepulauan Bangka Belitung Dr. H. Muhammad Ridwan, MM beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kanwil Kemenag Sumsel, Selasa (29/9). Kedatangan mereka disambut Kakanwil Kemenag Sumsel  Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA, Ketua DW Kanwil Kemenag Sumsel Dra. Hj. Sumalihah, M.Pd, para Kepala Bidang, Pembimas, Kasubbag, dan Kepala Seksi di Aula Kanwil Kemenag Sumsel.

Mukhlisuddin dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur dan senang mendapat kunjungan dari Kanwil Kemenag Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, pertemuan ini merupakan anugerah dari Allah SWT.

“Allah memberikan yang terbaik bagi kita. Apa yang bisa kami lakukan di sini, kami siapkan. Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya dan mohon maaf apabila ada ketidaksempurnaan dalam pelayanan kami,” tutur Mukhlisuddin.

Dia menilai, kunjungan ini bukan sekadar rihlah semata. Namun ada tujuan mulia di belakangnya, yakni untuk meningkatkan kualitas pelayanan di lembaga Kemenag. Menurut Mukhlisuddin, Sumsel dan Bangka Belitung seperti kakak adik. Bila Sumsel maju, Bangka Belitung juga harus maju. Demikian pula sebaliknya.

“Saya ingat betul, saat masih di pesantren, orang Sumsel dan Bangka Belitung itu sangat kompak. Karenanya, bagaimana baik Kanwil Kemenag Sumsel maupun Kanwil Kemenag Babel bisa mengambil pelajaran dari pertemuan ini. Alhamdulillah, di Sumsel Kemenag Kabupaten Muba dan OKI sudah pernah mendapat penghargaan terkait Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi. Untuk itu, momen ini hendaknya semakin memotivasi kita agar prestasi itu tidak hanya sebatas di kabupaten/kota, namun juga meningkat di level provinsi, baik Kanwil Sumsel maupun Kanwil Kepulauan Bangka Belitung,” beber Mukhlisuddin.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Kepulauan Bangka Belitung H. Muhammad Ridwan mengaku sangat senang dan terharu karena mendapatkan sambutan luar biasa dari tuan rumah. Bahkan dijemput langsung dari Tanjung Api-Api pada malam hari.

“Saya sangat terharu. Kunjungan ini seperti reuni bagi saya. Kembali ke kampung, disambut rekan-rekan, di tempat di mana saya menghabiskan sebagian besar pengabdian saya di Kemenag,” tutur Ridwan.

Ridwan mengakui, sejak meninggalkan Kanwil Kemenag Sumsel tujuh tahun lalu atau tepatnya 14 Agustus 2013, baru kali ini dirinya kembali menginjak Kanwil Kemenag Sumsel.

“Alhamdulillah saya diterima dengan baik. Sumsel ini memiliki prestasi luar biasa. Para Kakanwilnya juga hebat dan terkenal dari dulu. Mulai dari Almarhum Idham Aziz. Kemudian almarhum Saleh Bina yang saya kira Kakanwil terlama yang pernah ada, yakni mencapai 17 tahun dan juga ulama yang ahli ceramah. Lalu Bapak Azom Romli, yang selain ulama juga tokoh politik. Dilanjutkan Bapak Bidawi Zubir, Kakanwil yang ikut berperan meredakan kekacauan di Maluku. Dilanjutkan almarhum HS. Salim, seorang ulama dan tokoh pemersatu umat beragama, KH Mal’an Abdullah, yang juga ulama dan penceramah ulung. Kemudian Kakanda Najib Haitami, seorang ahli manajemen dan administrasi, peletak dasar-dasar administrasi keuangan. Di masa beliau prestasi Kanwil Sumsel baik di bidang keuangan maupun teknologi informasi mencapai tingkat nasional dan bertahan hingga sekarang. Kemudian setelah beliau digantikan Kakanda Hambali dan terakhir Pak Alfajri Zabidi,” beber Ridwan.

Ridwan juga menuturkan bahwa dirinya banyak belajar dari Sumsel di banyak sisi dan bidang.

“Saat ini Kemenag Bangka Belitung memiliki televisi sendiri dan terus eksis. Berbagai program ditayangkan seperti ceramah dari seluruh agama, ada juga siaran bahasa Arab, bahasa Inggis, dan bahasa Mandarin. Televisi ini kami pelajari dari Sumsel. Saat itu tim kami melakukan studi banding dengan Subbag Humas Sumsel, yang rutin melakukan siaran inmas TV. Alhamdulillah kini kami sudah bisa mandiri,” jelas Ridwan.

Selain itu, lanjutnya, Kemenag Babel juga banyak belajar dari bidang PHU Sumsel sehingga kini Bangka Belitung sudah siap menjadi embarkasi antara.

“Sayang sekali tahun ini tidak ada pemberangkatan haji. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa digunakan. Nah hari ini kami datang untuk kembali belajar dari Sumsel, kali ini terkait penguatan Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi. Sebab di Sumsel ada dua kabupaten yang berhasil mendapatkan penghargaan terkait hal ini. Kita ingin kualitas pelayanan dan integritas lembaga makin meningkat,” tuntas Ridwan.

Sebagai informasi, Kantor Kemenag Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada 2019 lalu berhasil mendapat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Sedangkan Kantor Kemenag Kabupaten Musi Banyuasin memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari KPK pada tahun 2017. Dalam pertemuan ini, kedua Kepala Kantor Kemenag diberi kesempatan memberikan semacam testimoni dan berbagi pengalaman sehingga dapat berprestasi terkait Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here