Menu

Mode Gelap

News

Seram! Ada Dua Makam di Kantor Gubernur Sumsel

badge-check


Seram! Ada Dua Makam di Kantor Gubernur Sumsel Perbesar

Ada pemandangan yang tak biasa terlihat  di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (4/3). Pasalnya, Dua buah makam yang berisikan dua orang lengkap dengan papan nama serta tauran bunga tampak berjejer ditengah kerumunan masa.

Dua buah makam yang berjejer di kantor Gubernur tersebut bukanlah kuburan orang meninggal sesungguhnya, melainkan aksi protes dari masyarakat Komering yang kecewa dengan adanya dugaan perampasan tanah oleh mafia di tempat tinggal mereka.

Sebagai bentuk protes atas matinya keadilan, dua makam yang berisikan orang sengaja diletakkan di halaman Kantor Gubernur Sumsel. 

Ketua Aksi, Jaimarta mengatakan aksi kubur diri ini bentuk protes dari matinya keadilan daerah di Komering dimana beberapa desa disana diklaim sudah banyak yang hilang karena diserobot oleh mafia tanah. Maka dari itu, masyarakat meminta tanah tersebut dikembalikan kepada fungsi sesungguhnya untuk masyarakat. 

“Aksi kubur diri untuk menuntut tanah-tanah Komering agar dikembalikan ke masyarakat. Nah aksi kubur diri ini sebagai bentuk protes matinya keadilan,” katanya. 

Hilangnya tanah di Komering ini karena diserobot oleh PT Laju Perdana Indah (LPI). Pembebasan lahan yang dilakukan oleh PT LPI menyisakan banyak luka di tanah masyarakat Komering karena meninggalkan setumpuk konflik agraria yang hingga kini belum selesai. 

Jaimarta mencontohkan, Desa Gampang Tiga ulu berkonflik seluas 1322 Ha,  Desa Betung Timur 564,675 Ha. Berdasarkan persoalan tersebut masyarakat meminta kepada Gubernur untuk meminta bongkar mafia tanah,  kembalikan tanah rakyat Komering yang dirampas oleh PT LPI,  selesaikan konflik agraria tanah masyarakat Campang Tiga OKU Timur seluas 1322 Ha. 

“Kami minta pak Gubernur keluarkan desa-desa Komering dari aeral Konsesi HGU,  kembalikan tanah rakyat yang dirampas paksa dan cabut HGU PT LPI jika tidak mampu selesaikan persoalan ini,” tegasnya. 

Sementara itu, Asisten I Gubernur Sumsel,  Akhmad Najib mengatakan pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut kepada Gubernur Sumsel Herman Deru. 

“Kami minta masyarakat bersabar,  

Jumat nanti kita akan panggil PT LPI untuk mendengarkan penjelasan mereka soal permasalahan ini,” pungkasnya. (Bowok)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Motor Listrik Kuasai Pasar, Transisi Kendaraan Ramah Lingkungan di Sumsel Masih Bertahap

21 April 2026 - 12:15 WIB

Cegah Kabut Asap, Sumsel Matangkan Status Siaga Darurat Karhutla

21 April 2026 - 11:28 WIB

Tak Kuat Lawan Tekanan Kepala Daerah, DKPP Sebut Integritas Penyelenggara Pemilu di Daerah Goyah

21 April 2026 - 10:47 WIB

Perkuat Kapasitas Tim Daerah, DKPP Evaluasi Karut-marut Etika Pemilu

21 April 2026 - 10:17 WIB

Lorok Pakjo Dilanda Kebakaran, 9 Hunian Tak Tersisa dalam Waktu Singkat

21 April 2026 - 08:56 WIB

Trending di News