PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan masyarakat tidak perlu panik menghadapi isu berkurangnya pasokan beras di pasaran. Di tengah kemarau dan menurunnya stok beras premium di sejumlah ritel, pemerintah menyebut persediaan beras Sumsel masih sangat mencukupi.
Gubernur Sumsel Herman Deru bahkan menyebut stok yang tersimpan saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan ke depan tanpa tambahan pasokan.
“Saya sudah tinjau gudangnya. Sepuluh bulan ke depan tanpa diisi pun kita masih tersedia. Apalagi meskipun sekarang kemarau, di beberapa titik masih ada panen. Jadi tidak usah khawatir,” tegas Herman Deru.
Namun, di balik jaminan stok tersebut, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap harga beras medium yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Herman Deru meminta warga ikut mengawasi jika menemukan harga beras medium dijual melebihi ketentuan.
“Kalau ada harganya di atas Rp12.500 untuk beras medium, lapor,” tegasnya.
Menurut Deru, pengawasan masyarakat diperlukan agar kondisi pasokan yang aman tidak dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Herman Deru mengatakan masyarakat tidak perlu mengaitkan berkurangnya beras premium dengan kelangkaan beras secara keseluruhan.
Ia menjelaskan, produksi saat ini lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan beras medium yang dikonsumsi masyarakat secara luas.
Sementara beras premium menyasar konsumen dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi dan tidak mendapatkan subsidi seperti beras medium.
“Beras premium ini middle up. Harganya juga tinggi. Kalau terjadi kenaikan, salah satunya karena kemasannya. Makin mewah kemasannya, makin mahal,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan hanya karena khawatir stok beras premium berkurang.
Menurutnya, perbedaan harga beras premium dan medium tidak otomatis menunjukkan perbedaan kandungan gizi yang signifikan.
“Kita bersyukur kalau masyarakat senengnya beras premium. Tapi kandungan gizinya sebenarnya sama saja, tidak ada bedanya. Hanya medium itu disubsidi,” ujarnya.
Herman Deru memastikan beras premium tetap tersedia meskipun volumenya di sejumlah titik mengalami penurunan. Ia meminta masyarakat tetap membeli sesuai kebutuhan.
Keyakinan pemerintah terhadap kondisi pangan Sumsel juga didukung posisi daerah tersebut sebagai salah satu sentra pemasok gabah bagi wilayah lain.
Menurut Deru, gabah produksi Sumsel selama ini tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga dikirim ke sejumlah provinsi lain, termasuk wilayah di luar Pulau Sumatera.
“Sumsel ini beberapa provinsi gabahnya mengambil dari sini. Provinsi tetangga bahkan luar pulau. Jadi aman,” katanya.
Untuk menjaga produksi tetap berjalan di tengah kemarau, Pemprov Sumsel juga mengoptimalkan lahan pertanian yang memiliki maupun tidak memiliki jaringan irigasi.
Bantuan pompa air disiapkan untuk menjaga tanaman yang telah ditanam petani agar tidak mengalami kekeringan.
“Seperti di Sungai Rotan, sudah terlanjur tanam, kemudian kemarau. Saya sudah instruksikan Dinas Pertanian untuk mengirim mesin air karena sungainya ada,” ungkapnya.
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga menyiapkan strategi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
Pemprov Sumsel bersama Bank Indonesia (BI) akan menyediakan kios di sejumlah pasar. Kios tersebut nantinya dikelola Bulog untuk melayani kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Besok kita bersama BI akan sewa kios-kios yang ada. Bulog akan memanagenya. Akan melayani di pasar ini, justru di pasar-pasar akan disewakan kios untuk melayani kebutuhan beras,” jelas Herman Deru









