Menu

Mode Gelap

News

Telusur Goa Bunker Peninggalan Belanda di Lawang Wetan

badge-check


Telusur Goa Bunker Peninggalan Belanda di Lawang Wetan Perbesar

Kisah atau sejarah mengingatkan kita akan suatu peristiwa. Dimana peristiwa itu akan meninggalkan suatu kenangan di suatu tempat.

Oleh karena itu, sebagai pendengar kisah dan sejarah Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri Bunker Peninggalan Belanda di Muba.

Pokdarwis mengunjungi tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan, Muba,  peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia. Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.

Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai goa belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.

Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Goa Belanda, selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63), mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, dimana pada atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.

“Dulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah goa setinggi 1 meter.

“Saya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silahkan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih Muhammad Dedi mengucapkan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi Bunker ini, besar harapan kami agar kedepan tempat ini layak di kunjungi untuk masyarakat.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz Mengatakan, dimasa pandemi ini kita sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi Covid-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.

Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak di ragukan lagi dan patut acungi jempol, ujarnya

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidang Gelar Perkara Berlangsung Panas, Kuasa Hukum Sebut Bukti Kasus Dosen UMP Belum Kuat

10 April 2026 - 23:01 WIB

Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B

10 April 2026 - 19:49 WIB

Prabowo: Rp31,3 Triliun Uang Negara Diselamatkan, Bisa Percepat Perbaikan Sekolah dan Rumah Rakyat

10 April 2026 - 19:03 WIB

Wawako Palembang Ajak Siswa SMP Kartika II-1 Hargai Sejarah

10 April 2026 - 17:27 WIB

Ratu Dewa Dorong Pembentukan BNK Palembang, Sikapi Serius Ancaman Narkotika Lewat Vape

10 April 2026 - 17:17 WIB

Trending di News