Palembang – Perselisihan yang diduga dipicu persoalan utang piutang berakhir tragis di Kota Palembang. Seorang pria, Rajivandri Prawira (41), meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan rekannya sendiri berinisial SJ.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Kapten Anwar Arsyad, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Sabtu (12/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula ketika korban meminta rekannya, Rendi, untuk menagih utang kepada SJ. Namun, pertemuan tersebut justru berujung keributan.
Saat bertemu di lokasi kejadian, Rendi terlibat cekcok dengan SJ hingga berujung perkelahian. Dalam insiden itu, SJ diduga membenturkan kepala Rendi ke dinding hingga terjatuh. Warga sekitar kemudian melerai pertikaian tersebut.
Usai kejadian, Rendi menghubungi Rajivandri dan menceritakan apa yang dialaminya. Mendengar hal itu, korban memutuskan mendatangi lokasi untuk menemui SJ.
Namun, pertemuan keduanya kembali memicu perkelahian. Ketika Rendi tiba kembali di lokasi, ia mendapati Rajivandri telah tergeletak bersimbah darah akibat mengalami luka tusuk di bagian punggung.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Graha Mandiri untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110.
“Begitu menerima laporan adanya perkelahian, anggota bersama piket Polrestabes Palembang langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani visum sebagai bagian dari proses penyidikan.
Polisi menduga motif sementara pembunuhan dipicu persoalan utang piutang. Meski demikian, penyidik masih terus mendalami kronologi lengkap dengan memeriksa sejumlah saksi.
Sementara itu, pelaku SJ diketahui melarikan diri usai kejadian. Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Ilir Barat I bersama Satreskrim Polrestabes Palembang kini masih melakukan pengejaran.
“Kami masih memburu pelaku yang melarikan diri. Dugaan sementara motifnya karena persoalan utang, namun penyelidikan masih terus berlangsung,” kata Fauzi.
Polisi mengimbau pelaku untuk menyerahkan diri dan meminta masyarakat yang mengetahui keberadaannya agar segera memberikan informasi kepada aparat kepolisian.









