Palembang — Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Selatan (Sumsel) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-28 dengan rangkaian kegiatan sosial dan nobar final Piala Dunia 2026.
Ketua DPW PKB Sumsel H Nasrul Halim mengatakan peringatan tahun ini difokuskan pada kegiatan berbagi kepada masyarakat.
Bentuknya berupa santunan kepada anak yatim piatu di panti asuhan, serta pembagian 1.250 karung beras.
“Pembagian beras sebanyak 1.250 karung ke banom (badan otonom) NU, PKB, kader, simpatisan dan warga sekitar,” kata Nasrul Halim, Minggu (19/7/2026).
Selain di DPW, instruksi serupa juga diteruskan ke kabupaten/kota. Di Banyuasin misalnya, DPC menggelar santunan yatim, lomba gaplek, serta kegiatan PGA berupa membantu akses jalan dan lomba voli dengan sertifikat untuk panti. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di OKU dan daerah lainnya.
“Perintah Ketum dengan Harlah ke-28, dengan memaknai serta mengerti di usia cukup tua berbuat dan berbagi dengan masyarakat, sambil kita meneruskan. Dengan harlah berbagi kebahagiaan dengan berbuat,” ujarnya.
Rangkaian puncak di DPW Sumsel diisi dengan nobar final piala dunia yang digelar terbuka. Panitia menyediakan konsumsi berupa sate dan kacang rebus untuk warga yang datang.
“Kita mengajak banom NU, sedangkan kader PKB wajib. Simpatisan masyarakat silakan nonton. Ini kolaborasi dengan Polda,” jelas Nasrul.
Terkait final yang akan ditonton bersama, Nasrul menjagokan Argentina. Alasannya, komposisi pemain dinilai merata dari lini belakang, tengah, hingga depan, dan dihuni banyak pemain top seperti Lionel Messi.
“Final jagokan Argentina, alasannya kalau lihat pemainnya merata dari bek, gelandang dan penyerang dan banyak pemain top seperti Messi. Tapi karena bola bulet bisa semua. Skor kemungkinan 2-1,” pungkasnya.
Sementara salah satu warga, Yanti mengaku senang mendapatkan bantuan beras satu karung dengan berat 5 Kg secara gratis tersebut, yang bisa digunakan untuk konsumsi di rumah tangganya.
Ia pun mendoakan PKB kedepan lebih besar dan bisa berbuat lebih banyak lagi kepada masyarakat .
“Pastinya hal ini mengurangi pengeluaran saya, ditengah kondisi ekonomi saat ini yang serba mahal. Kita doakan PKB kedepan lebih besar lagi dan peduli terhadap kepentingan rakyat,” kata Yanti.









