Menu

Mode Gelap

News

5 Tanda Child Grooming yang Wajib Diwaspadai

badge-check


5 Tanda Child Grooming yang Wajib Diwaspadai Perbesar

Kasus seorang Influencer, Aurelie yang viral di media sosial menjadi contoh nyata bagaimana Child Grooming bisa terjadi tanpa disadari. Aurelie mengalami pendekatan dan manipulasi emosional sejak usia anak.

Child grooming bukanlah kejahatan yang terjadi secara tiba-tiba. Ia berjalan perlahan, halus, dan sering kali tampak “normal”. Justru di situlah letak bahayanya.

Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan oleh pelaku untuk membangun kedekatan emosional dengan anak, dengan tujuan mengeksploitasi mereka secara seksual, emosional, atau bahkan finansial.

Pelaku grooming bisa siapa saja contohnya, orang asing di internet, teman sebaya yang lebih tua, figur publik, hingga orang yang berada di lingkungan terdekat korban.

Lalu mengapa Child Grooming bisa terjadi? Berikut adalah tanda-tanda Child Grooming.

1. Mencari Target

Pelaku mengincar anak yang terlihat kesepian, kurang perhatian, atau sedang berada dalam kondisi emosional yang rentan. Media sosial sering menjadi pintu masuk utama.

2. Membangun Kepercayaan

Pelaku mulai bersikap baik, memberikan perhatian, pujian, atau dukungan emosional. Anak merasa dihargai dan akhirnya nyaman.

3. Menciptakan Ikatan Emosional

Hubungan dibuat terasa spesial dan eksklusif. Pelaku sering menggunakan kalimat seperti, “Kamu beda dari yang lain” atau “Ini rahasia kita berdua.”

4. Normalisasi Perilaku Tidak Pantas

Percakapan mulai diarahkan ke topik pribadi atau seksual secara perlahan, sering kali dibungkus sebagai candaan atau bentuk kedekatan.

5. Eksploitasi dan Kontrol

Saat anak sudah terikat secara emosional, pelaku mulai meminta hal-hal yang melanggar batas. Jika korban menolak, pelaku bisa memanipulasi dengan rasa bersalah atau ancaman.

Dampak grooming sering kali tidak langsung terlihat. Namun luka yang ditinggalkan bisa sangat dalam dan bertahan lama, seperti rasa takut atau cemas, kehilangan kepercayaan kepada orang lain hingga trauma psikologis jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sengketa 25 Media, Sidang Berikutnya Hadirkan Ahli Pers di PN Palembang

23 Juli 2026 - 15:49 WIB

Hujan Padamkan Ancaman Karhutla, Hotspot di Sumsel Nihil

23 Juli 2026 - 15:40 WIB

Bolos Berbulan-bulan, Empat PPPK Pemkot Palembang Dipecat

23 Juli 2026 - 15:29 WIB

Perbaiki Wajah Kota, Pemkot Palembang Tata Kabel Utilitas di Kawasan POM IX

23 Juli 2026 - 15:21 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Pertamina Trans Kontinental Ajak Anak Indonesia Tanam Benih Keberlanjutan dan Jaga Lautan

23 Juli 2026 - 15:15 WIB

Trending di News