Palembang – Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung terus menunjukkan progres signifikan dan diproyeksikan menjadi tulang punggung baru konektivitas Sumatera Selatan menuju Jambi. Proyek strategis nasional sepanjang 69,2 kilometer itu kini telah mencapai progres konstruksi hampir 82 persen.
Percepatan pembangunan yang dilakukan PT Hutama Karya diyakini akan membawa dampak besar terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatera bagian selatan.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan pembangunan tol terus dikebut agar dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Hingga saat ini progres konstruksi mencapai 81,99 persen dan pengadaan lahan sudah 87,45 persen,” ujarnya.
Tol Palembang–Betung dibangun dalam tiga seksi utama. Dua seksi prioritas yakni Palembang–Rengas dan Rengas–Pangkalan Balai ditargetkan selesai pada kuartal III tahun 2026. Sedangkan seksi terakhir Pangkalan Balai–Betung diproyeksikan rampung pada awal 2027.
Keberadaan ruas tol ini nantinya akan menjadi penghubung vital antara Palembang dan Jambi sekaligus melengkapi jaringan Jalan Tol Trans Sumatera yang terus dikembangkan pemerintah pusat.
Selain memangkas kemacetan di jalur nasional eksisting, tol baru tersebut juga diperkirakan mampu menurunkan waktu tempuh perjalanan secara signifikan.
Saat ini perjalanan darat dari Palembang menuju Betung kerap mengalami kepadatan akibat tingginya arus kendaraan logistik dan angkutan batu bara. Dengan hadirnya jalan tol, distribusi barang diprediksi menjadi lebih cepat dan efisien.
Tak hanya berdampak pada transportasi, proyek ini juga diperkirakan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor tol. Kawasan industri, perdagangan, jasa, hingga pusat logistik diproyeksikan berkembang seiring meningkatnya konektivitas antarwilayah.
Iwan menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan, tetapi juga menjaga kualitas konstruksi dan standar keselamatan proyek.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar hambatan di lapangan bisa segera diselesaikan dan pembangunan berjalan optimal,” katanya.









