Jakarta – Pemerintah pusat mulai mempercepat transformasi Sumatera Selatan menjadi simpul baru logistik dan industri hilirisasi nasional. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan jalan tol penghubung menuju Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin dengan nilai investasi mencapai Rp26 triliun.
Proyek besar tersebut akan menghubungkan langsung jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan kawasan pelabuhan baru yang diproyeksikan menjadi pusat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hilirisasi di wilayah timur Sumatera.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan pembangunan tol dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bersama PT Hutama Karya.
“Nilai investasinya kurang lebih Rp26 triliun dan pembangunan jalan tol akan berjalan paralel dengan pembangunan pelabuhan,” ujar Todotua usai penandatanganan nota kesepahaman pembangunan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat di Jakarta.
Tol sepanjang sekitar 80 kilometer itu nantinya membentang dari Gerbang Tol Betung hingga kawasan Pelabuhan Tanjung Carat. Kehadiran akses tersebut dinilai akan memangkas biaya logistik serta mempercepat distribusi komoditas unggulan Sumsel seperti batu bara, sawit, hingga hasil hilirisasi industri lainnya.
Selain memperkuat konektivitas, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan distribusi barang melalui pelabuhan di luar Sumatera Selatan.
Menurut Todotua, pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar proyek jalan tol biasa, melainkan bagian dari pengembangan ekosistem industri terpadu berbasis hilirisasi.
“Sumsel memiliki potensi komoditas besar. Karena itu kawasan Tanjung Carat nantinya diarahkan menjadi KEK hilirisasi yang terintegrasi dengan pelabuhan dan jaringan logistik nasional,” katanya.
Pemerintah juga telah memasukkan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai bagian Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan ini nantinya dipersiapkan menggantikan peran KEK Tanjung Api-Api yang statusnya telah dicabut pemerintah pusat.
Keunggulan Tanjung Carat dinilai terletak pada lokasinya yang dekat dengan sumber bahan baku industri serta telah didukung infrastruktur energi dan kelistrikan yang memadai.
Selain melibatkan PT Hutama Karya, proyek tersebut juga menggandeng PT Pelindo, PT Bukit Asam, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam skema KPBU tersebut, pemerintah akan fokus pada proses pembebasan lahan, sedangkan konstruksi jalan tol dikerjakan Hutama Karya. Pendanaan proyek juga didorong melibatkan dukungan lembaga investasi nasional Danantara bersama konsorsium perbankan nasional.
Pemerintah menargetkan konstruksi awal tol dan pelabuhan dapat dimulai pada tahun ini, sementara pembangunan utama Pelabuhan Tanjung Carat direncanakan berlangsung mulai 2027.









