Muratara – Musi Rawas Utara (Muratara) masih bergelut dengan banjir besar yang merendam permukiman warga di dua kecamatan. Di tengah akses yang mulai terputus akibat rusaknya jembatan penghubung, bantuan darurat akhirnya mulai disalurkan kepada warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel yang diwakilkan oleh Kabid Penanganan Darurat Sudirman menyebutkan berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Muratara, banjir telah berdampak pada 2.867 kepala keluarga atau sekitar 11.468 jiwa yang tersebar di 17 desa dan kelurahan.
“Tak hanya merendam ribuan rumah, bencana ini juga memutus lima jembatan gantung yang menjadi akses utama mobilitas warga antar desa,”kata dia, Jumat (8/5/2026).
Sudirman menjelaskan wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Rupit. Untuk Kecamatan Karang Jaya yakni Di Kecamatan Karang Jaya, banjir merendam Desa Lubuk Kumbung, Sukaraja, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Sukamenang, Kelurahan Karang Jaya, Muara Tiku, Terusan, dan Embacang.
Sementara di Kecamatan Rupit, genangan air meluas hingga Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama, dan Maur Baru.
“Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan terus meningkat akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Muratara dalam beberapa hari terakhir,”kata dia.
Data BPBD mencatat sebanyak 2.867 rumah terendam banjir dan satu unit rumah warga di Desa Terusan dilaporkan hanyut terbawa arus deras.
Selain itu, lima jembatan gantung mengalami kerusakan berat hingga putus total. Infrastruktur yang rusak berada di Desa Tanjung Beringin, Terusan, Noman, Sukamenang, dan Batu Gajah.
“Putusnya jembatan tersebut memperparah kondisi warga karena akses distribusi logistik dan evakuasi menjadi terhambat,”kata dia.
Sebagai langkah tanggap darurat, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir, di sela-sela kunjungan ke lokasi bencana
“Pak Wakil Gubernur Sumsel melalui langsung memberikan paket sembako ke lokasi terdampak,”kata dia.
Bantuan tersebut terdiri dari:
- 75 dus mi instan
- 24 dus sarden
- 15 dus gula pasir
- 25 dus minyak sayur
- 30 dus gandum
- 12 dus kecap manis
- 12 dus saus sambal
- 300 lembar goodie bag
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi akses jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir.
dirinya mengingatkan masyarakat agar tetap siaga mengingat debit air sungai masih berpotensi meningkat apabila hujan kembali turun.
“Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rendah diminta segera mengamankan barang penting dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika kondisi memburuk,”kata dia.









