OKU Selatan – Keceriaan dua bocah yang memilih bermain dan berenang di Sungai Selabung sepulang sekolah berujung tragedi. Keduanya diduga terseret arus sungai saat mandi bersama adik mereka di Desa Sukabumi Pauh, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Rabu (5/8/2026).
Dalam peristiwa tersebut, Rahmat Kuncoro (10) ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Sementara seorang temannya, Ardiansyah (10), hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
“Informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah pulang sekolah, kedua korban memutuskan bermain di Sungai Selabung. Saat sedang berenang, keduanya diduga tidak mampu melawan derasnya arus hingga akhirnya tenggelam,”kata Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, Kamis (6/8/2026).
Melihat kedua kakaknya hanyut, adik masing-masing korban bergegas meminta pertolongan kepada warga sekitar. Upaya pencarian pun langsung dilakukan secara spontan.
“Sekitar pukul 16.50 WIB, warga berhasil menemukan Rahmat Kuncoro. Namun, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sementara Ardiansyah belum ditemukan sehingga pencarian terus dilanjutkan,”kata dia.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang pada pukul 19.15 WIB. Tak lama berselang, satu tim rescue diberangkatkan menuju lokasi untuk bergabung dengan unsur SAR gabungan melakukan operasi pencarian.
“Seluruh personel dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan di lapangan,”kata dia.
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di permukaan Sungai Selabung menggunakan perahu rafting dengan jangkauan pencarian sekitar 10 kilometer dari lokasi korban diduga tenggelam. Apabila kondisi arus dan cuaca memungkinkan, tim juga akan melakukan penyelaman pada titik-titik yang dicurigai.
“Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas Palembang, TNI, Polri, serta masyarakat yang sejak awal turut membantu menyisir aliran sungai,”kata dia.
Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain atau berenang di sungai tanpa pendamping.
“Masyarakat yang mengetahui atau menghadapi kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa juga diimbau segera menghubungi Basarnas melalui layanan darurat 115 yang beroperasi selama 24 jam agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,”kata dia.









