Menu

Mode Gelap

News

Karhutla Sumsel Meningkat, Dinkes Waspadai Lonjakan ISPA pada Agustus

badge-check


Kondisi Karhutla di Desa Palem Raya, asap nyaris masuk ke area Tol Palindra. (Dok. Manggala Agni) Perbesar

Kondisi Karhutla di Desa Palem Raya, asap nyaris masuk ke area Tol Palindra. (Dok. Manggala Agni)

PALEMBANG — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai diwaspadai bukan hanya dari meluasnya titik kebakaran, tetapi juga terhadap kesehatan masyarakat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel memperkirakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berpotensi kembali meningkat pada Agustus 2026 seiring mulai terasa kiriman kabut asap di sejumlah wilayah.

Penanggung Jawab Program ISPA dan Pneumonia Dinkes Sumsel, Murni, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus ISPA pada Juli mengalami peningkatan. Pasalnya, data bulan tersebut masih dalam proses penginputan dan belum seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menyampaikan laporan.

“Belum bisa saya pastikan kalau data Juli naik atau tidak, karena data bulan Juli masih running, belum semua pelayanan kesehatan entri data laporan,” kata Murni, Rabu (12/8/2026).

Meski demikian, kondisi berbeda diperkirakan terjadi pada Agustus. Murni menyebut mulai terasa kiriman kabut asap dalam beberapa pekan terakhir sehingga berpotensi memengaruhi jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

“Kalau Agustus kemungkinan iya naik, karena adanya kiriman kabut asap mulai minggu-minggu ini baru terasa,” ujarnya.

Data sementara Dinkes Sumsel menunjukkan jumlah kasus ISPA sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih berada pada tren menurun. Kasus tercatat 50.651 pada Januari, kemudian 51.115 pada Februari, 45.385 pada Maret, 43.503 pada April, 35.061 pada Mei, 34.511 pada Juni dan 23.714 kasus pada Juli.

Namun, angka Juli tersebut belum dapat dijadikan gambaran akhir karena proses pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan masih berjalan.

Kondisi itu berbeda dengan periode yang sama pada 2025. Pada Juli tahun lalu, Dinkes Sumsel mencatat 46.792 kasus ISPA. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan data sementara Juli 2026 yang baru mencapai 23.714 kasus.

Karena itu, kenaikan kasus pada Agustus nantinya akan menjadi perhatian tersendiri. Terlebih, Sumsel saat ini memasuki periode yang diperkirakan menjadi puncak musim kemarau, bersamaan dengan meningkatnya aktivitas karhutla dan kemunculan kabut asap.

 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat telah terjadi 1.077 kejadian karhutla sejak awal 2026. Lonjakan paling tajam terjadi pada Juli dengan 456 kejadian, meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan Juni yang tercatat 120 kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana mengatakan peningkatan kejadian tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya titik panas. Pada Selasa (11/8/2026), sebanyak 142 hotspot terdeteksi tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

Secara kumulatif, terdapat 7.050 hotspot sejak 1 Januari hingga 10 Agustus 2026. Bahkan dalam 10 hari pertama Agustus saja, jumlahnya telah mencapai 2.145 titik panas.

Wilayah OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim menjadi daerah dengan kejadian karhutla terbanyak. Ancaman juga semakin besar karena hasil patroli udara menunjukkan sejumlah kawasan gambut, khususnya di OKI, mulai mengalami kekeringan.

“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September dan kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” kata Iqbal, Selasa (11/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah kini menyiagakan 11.567 personel gabungan untuk mempercepat penanganan karhutla. Personel berasal dari BPBD, TNI, Polri, Lanud, Manggala Agni, Satpol PP, Polisi Kehutanan, Masyarakat Peduli Api, kelompok tani, regu pemadam kebakaran hingga unsur perusahaan.

“Kami pun mengingatkan perlunya perlindungan lebih terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia, apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla,”kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidang 25 Media, Hakim Minta Penggugat Hadir: Tak Datang, Pembuktian Jalan Terus

12 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Merdeka Lebih Hemat, Bright Gas Beri Diskon hingga Rp8.100 per Tabung hingga akhir Agustus

12 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Pemkot Palembang Dorong Pemenuhan Hak Anak melalui TAS Wong Kito

11 Agustus 2026 - 16:59 WIB

3 Terduga Pelaku Begal Anggota Polisi di Palembang Ditangkap

11 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Anggota Polisi di Palembang Jadi Korban Begal Saat Nyambi sebagai Tukang Ojek

11 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Trending di Headline