PALEMBANG- Pemerintah kembali mengandalkan langit untuk meredam ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar mulai Selasa (4/8/2026) di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran yang dalam sehari terakhir menghanguskan sedikitnya 52 hektare lahan di delapan kabupaten dan kota.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan pelaksanaan OMC merupakan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla selama musim kemarau.
“OMC mulai dilaksanakan sejak Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan dari BNPB dan direncanakan berlangsung hingga 10 Agustus 2026,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Ferdian menjelaskan pada hari pertama pelaksanaan, pesawat penyemaian awan melakukan satu sortie dengan sasaran wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir.
“Hari ini pada Rabu (5/8), operasi ditingkatkan menjadi dua sortie dengan target utama kawasan rawan karhutla di Kabupaten OKI dan Banyuasin,”kata dia.
Menurut Ferdian, operasi ini menjadi bagian dari strategi pengendalian karhutla yang kini lebih mengutamakan langkah pencegahan dibandingkan pemadaman setelah api membesar.
Melalui penyemaian awan potensial, pemerintah berupaya meningkatkan curah hujan agar kelembapan lahan tetap terjaga. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran, terutama di kawasan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau.
“Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ancaman karhutla di Sumsel yang kini berada pada status kewaspadaan tinggi. Kondisi musim kemarau diperparah oleh fenomena El Nino yang masih aktif dengan intensitas kuat sehingga berpotensi memperpanjang periode kering,”kata dia.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat kebakaran pada Selasa (4/8) terjadi di delapan daerah, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Ogan Komering Ulu, Prabumulih, dan Kota Palembang.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan total luasan lahan yang terbakar berdasarkan laporan satgas darat dan patroli udara mencapai sekitar 52 hektare.
“Wilayah OKI menjadi daerah dengan kebakaran terluas. Api membakar lahan gambut dan lahan mineral di sejumlah titik seperti Lebak Pancur, Menang Raya, Lebung Batang, serta Kecamatan Pampangan. Sebagian lokasi masih mengeluarkan asap tipis sehingga memerlukan pemadaman lanjutan,”kata dia.
Di Banyuasin, pemadaman difokuskan di Kecamatan Rantau Bayur. Tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan 107 kali water bombing pada lahan seluas sekitar empat hektare yang hingga kini masih menyisakan asap.
“Sementara di Ogan Ilir, helikopter melakukan 85 kali water bombing untuk memadamkan kebakaran seluas sekitar lima hektare di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat,”kata dia.
Kebakaran juga terjadi di Kota Palembang dengan total luasan sekitar 9,5 hektare yang tersebar di Jalan Talang Kepuh, Jalan Karang Sari, Jalan Serang, kawasan Tol Palembang–Kayuagung, hingga Jalan Kolonel Sulaiman Amin Talang Buruk.
“Di Musi Banyuasin, patroli udara mendeteksi kebakaran di Karang Agung dan Batang Hari Leko. Sementara di Muara Enim, titik api masih terpantau di Kecamatan Sungai Rotan. Kebakaran skala kecil juga terjadi di Kabupaten OKU dan berhasil dipadamkan,”kata dia









