Palembang – Ancaman dampak fenomena El Nino kembali menjadi perhatian serius di Sumatera Selatan. Untuk memperkuat langkah antisipasi bencana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan menghadiri Dialog Publik bertema Strategi Pencegahan dan Mitigasi Dampak Bencana El Nino di Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Keamanan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Mabes Polri.
Kegiatan tersebut menjadi forum penting dalam menyatukan langkah pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu musim kering panjang akibat El Nino.
Dalam dialog itu, isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu perhatian utama. Pasalnya, Sumatera Selatan termasuk wilayah yang kerap menghadapi peningkatan titik panas saat musim kemarau ekstrem terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iqbal Alisyahbana menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. Upaya mitigasi tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi dimulai sejak dini melalui pemetaan wilayah rawan, edukasi masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
“Pencegahan harus dilakukan secara terpadu. Seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mengantisipasi dampak El Nino,” ujarnya dalam forum tersebut.
Selain potensi karhutla, El Nino juga dinilai dapat memicu krisis air bersih, gangguan sektor pertanian, penurunan kualitas udara, hingga ancaman kesehatan masyarakat. Karena itu, strategi penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran, tetapi juga penguatan ketahanan lingkungan dan perlindungan masyarakat.
Dialog publik yang digelar Mabes Polri tersebut juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam deteksi dini bencana. Pengawasan hotspot, patroli terpadu, serta optimalisasi sistem informasi kebencanaan disebut menjadi langkah strategis untuk menekan risiko kerusakan lingkungan yang lebih luas.
BPBD Sumsel memastikan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat menjelang puncak musim kemarau. Langkah ini dilakukan agar respons penanganan dapat berjalan cepat apabila terjadi peningkatan risiko bencana di sejumlah wilayah rawan.
Melalui forum tersebut, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan mampu memperkuat kesiapan Sumatera Selatan menghadapi ancaman El Nino, sekaligus menjaga stabilitas lingkungan dan keamanan masyarakat di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem.









