Menu

Mode Gelap

News

Kabut Asap Hari Ini di Palembang Terparah, Ada 260 Titik Panas

badge-check


Kabut Asap Hari Ini di Palembang Terparah, Ada 260 Titik Panas Perbesar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan kembali menyebabkan kabut asap di Kota Palembang. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatollogi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, kabut asap yang terjadi pada Senin (14/10) merupakan paling ekstrem sepanjang peristiwa karhutla di ‘Bumi Sriwijaya’.

Pantauan satelit LAPAN, titik panas di wilayah Sumatera Selatan dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen mencapai 260 titik. Kabupaten OKI menjadi wilayah yang paling banyak terdeteksi titik panas dengan 139 titik, dan Banyuasin 67 titik.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Bambang Beni Setiaji, mengatakan, kondisi kabut asap ini menjadikan yang terekstrem selama berlangsungnya karhutla di Sumsel di tahun 2019.

“Intensitas asap umumnya meningkat pada pagi hari dari pukul 04.00 WIB hingga 08.00 WIB dan sore hari pukul 06.00-20.00 dikarenakan labilitas udara yang stabil atau tidak ada massa udara naik pada waktu-waktu tersebut,” katanya.

Bambang bilang, fenomena asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna oranye atau merah pada pagi dan sore hari.

“Jarak pandang terendah pada pagi hari tanggal 14 Oktober 2019 berkisar hanya 50-150 meter dari pukul 06.30-08.30 WIB dengan kelembapan pada saat itu 95-96 persen,” katanya

Menurutnya, kondisi ini juga diperparah dengan menurunnya potensi dan intensitas hujan di wilayah Sumsel selama tiga hari ke depan yakni 14-16 Oktober 2019. Sedangkan secara Lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal atau awan konvektif akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan.

“Biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis berbeda tiap tempat dan berpotensi petir disertai angin kencang,” katanya. (eno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Komitmen Pengawasan Distribusi BBM di Jambi

15 Mei 2026 - 19:56 WIB

Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah

15 Mei 2026 - 19:32 WIB

Bank Sumsel Babel Dukung Percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemda dan Digitalisasi Layanan Publik

15 Mei 2026 - 19:28 WIB

Suami di Pagar Alam Ditangkap Usai Bunuh Istri karena Status WhatsApp

15 Mei 2026 - 14:58 WIB

Korban Luka Bakar Bus ALS di Muratara Bertambah, Jumiatun Meninggal Usai Jalani Perawatan Intensif

15 Mei 2026 - 14:53 WIB

Trending di News